Kantin Belakang Dibongkar, Pemko Tak Lagi Miliki Ruang Laktasi

BANJARMASIN, KP – Pasca dibongkarnya bangunan kantin lama yang berlokasi di belakang gedung Balai Kota Banjarmasin, untuk direnovasi menjadi kantin baru membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tidak lagi memiliki ruang laktasi.

Padahal, ruang laktasi atau ruang menyusui merupakan sebuah ruangan yang harus dimiliki setiap instansi maupun perusahaan, dimana hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 15 Tahun 2013.

Permenkes Nomor 15 Tahun 2013 itu, menyebutkan dalam pasal 3 bahwa setiap gedung kantor maupun ruang publik harus mendukung program ASI eksklusif.

Beberapa jenis dukungan yang dimaksud meliputi penyediaan ruang khusus menyusui, serta kesempatan bagi ibu yang bekerja untuk memberikan atau memerah ASI disela waktu kerja.

Dalam hal tersebut juga menetapkan bahwa kebijakan ramah laktasi akan menguntungkan bagi ibu menyusui, bayi, perusahaan, bahkan negara.

Akan tetapi ruang laktasi tersebut tidak tersedia di Kantor Pemerintah Kota Banjarmasin, pasca ruangan yang sebelumnya berada di atas kantin lama Pemko Banjarmasin ini di Bongkar.

Berita Lainnya
1 dari 2.643

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar menjelaskan bahwa Pemko Banjarmasin saat ini masih mencari lokasi yang tepat terkait ruangan khusus bagi para kaum hawa tersebut.

“Nanti kami lihat lagi di ruang mana posisi yang bisa dimanfaatkan untuk ruang menyusui. Kalau memang itu amanat undang-undang itu harus kita siapkan,” ungkapnya saat ditemui awak media, Jumat (5/3) siang.

Berkaitan dengan tidak adanya ruang menyusui pasca dibongkar untuk renovasi kantin, Mukhyar mengakui belum mengetahui kepastian tentang hal tersebut, apakah akan dibuatkan ruang laktasi di sana atau tidak.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pembangunan renovasi gedung kantin milik Pemko Banjarmasin itu kini sudah rampung.

“Ada tidaknya kami masih belum melihat karena itu kemarin kan renovasi,” ucapnya.

Menurutnya, ruang menyusui tersebut harus benar-benar menyediakan tempat yang nyaman bagi ibu dan bayi.

“Ada kemungkinan nanti disana disekat untuk ruang menyusui. Tapi ruang itu kan harus representatif, si ibu harus merasa nyaman dan si anak juga harus merasa nyaman,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya