Komisi IV DPRD Kalsel Kecewa, Rapat Tak Dihadiri Pimpinan Adaro

Berita Lainnya
1 dari 2.943

Banjarmasin, KP – Komisi IV DPRD Kalsel kecewa dengan manajemen PT Adaro Indonesia, yang mangkir dalam rapat yang membahas nasib ribuan pekerja tambang sekaligus kelanjutan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B), Senin (8/3/2021).
Hal ini terkait berakhirnya kontrak kerjasama PT Adaro dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) pada Juli 2021, sehingga Komisi IV hendak meminta penjelasan Adaro.
Namun, rapat yang dijadwalkan terpaksa molor hingga satu jam untuk menunggu manajemen PT Adaro, yang ternyata tidak hadir dan hanya diwakili staf, yang cuma banyak diam dan tidak bisa memberikan penjelasan.
“Kita kecewa, sehingga memilih walk out, karena staf yang hadir tidak bisa memberikan penjelasan,” kata anggota Komisi IV DPRD Kalsel, H Troy Satria.
Padahal kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Kalsel ini didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, dan hadir tepat waktu di ruang rapat.
“Padahal rapat ini sangat penting untuk membahas nasib ribuan pekerja tambang. Kita minta agar disampaikan ke pimpinan Adaro,” jelas politisi Partai Golkar.
Menurut Troy Satria, masalah berakhirnya kontrak kerja PT Adaro dengan sub kontraktor ini menimbulkan reaksi masyarakat, mengingat ribuan pekerja tambang terancam kehilangan pekerjaan, sehingga menjadi perhatian dari DPRD Kalsel.
“Namun disayangkan, pihak Adaro justru tidak hadir, padahal DPRD Kalsel sudah jauh-jauh datang ke Tabalong,” ujar Troy Satria.
Apalagi masa berlaku PKP2B perusahaan tambang tersebut akan berakhir pada 1 Oktober 2022, dimana sebagian masyarakat berharap kontrak Adaro diperpanjang, namun ada juga yang berharap tidak dilanjutkan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi mengatakan, pihaknya meminta Adaro datang ke Banjarmasin untuk memberikan penjelasan, karena kedatangan mereka ke Tabalong justru tidak dihadiri pimpinan Adaro.
“Kita minta Adaro datang ke Banjarmasin untuk memberikan penjelasan,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sedangkan anggota Komisi IV lainnya, Syahruddin memberikan peringatan tegas, agar pimpinan Adaro menghadiri rapat dengan Komisi IV DPRD Kalsel.
“Kalau tidak mau menghadiri rapat, tidak usah lagi menambah di Kalsel,” tegas Syahruddin. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya