Patut Dicontoh, Warga Bangun Jembatan Sendiri Sesuai Aturan Pemko

Banjarmasin, KP – Pemilik salah satu ruko di kawasan Jalan Veteran, Kota Banjarmasin patut menjadi contoh khususnya bagi para pemilik Jembatan Bangunan Gedung (JBG) yang ada di Ibu Kota Kalimantan Selatan ini.

Pasalnya, pemilik ruko yang menjual pernak-pernik imlek ini memilih untuk membongkar dan membangun fasilitas penyeberangan miliknya secara mandiri.

Indarto, selaku pemilik ruko mengaku, bahwa jembatan yang baru dibangunnya itu sudah sesuai seperti kriteria dan aturan JBG yang diinginkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Sebelum membangun, kami terlebih dulu meminta desain bangunan yang sesuai kriteria jembatan kepada Pemko Banjarmasin. Jadi bangunan kita ini sesuai dengan aturan,” ucapnya saat ditemui awak media di depan ruko miliknya, Kamis (4/3) siang.

Pemilik ruko Nirmala ini menjelaskan, desain atau aturan yang diterimanya dari Pemko yakni tidak boleh ada tiang di tengah jembatan. Kemudian tinggi jembatan dari badan jalan minimal 1,25 meter dan maksimal 1,50 meter.

“Intinya di bagian tengah bawah jembatan harus lose atau kosong, tidak boleh ada tiang di bawahnya,” ungkap pria berusia 42 tahun itu.

Saat ditanya mengenai sumber dana untuk membangun jembatan tersebut, Indarto mengaku bahwa seluruh biaya pembangunan jembatan yang memiliki lebar 2 meter dan panjang 14 meter itu itu ditanggungnya secara pribadi, dengan total kisarannya di atas Rp10 juta.

Berita Lainnya

Satgas Belum Rekomendasikan PTM

1 dari 3.201

“Tidak ada bantuan. Murni biaya pribadi. Desainnya dari Pemko dan telah disetujui oleh mereka. Bahkan katanya dijadikan percontohan bagi warga lainnya,” pungkasnya..

Ia menceritakan, jika jembatan yang dibangun berbahan dasar kayu ulin tersebut merupakan inisiatifnya sendiri. Bahkan jembatan yang sebelumnya ada juga telah dibongkarnya secara mandiri.

“Jembatan yang dulu dianggap menghambat aliran sungai dan sejajar dengan badan jalan. Makanya kami putuskan untuk membongkarnya sendiri,” tukasnya.

Ia mengaku, renovasi jembatan yang dibangun kurang lebih selama dua pekan terakhir itu sebenarnya sudah direncanakan sejak sebelum Imlek di tahun 2021.

“Rencananya habis Imlek memang ingin dibongkar karena jembatannya sudah reot. Tapi ragu kalau saat dibangun kembali tapi salah aturan. Jadi kita tunggu desain dari Pemko dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, baru-baru ini Pemerintah Kota Banjarmasin telah menerima desain prototype Jembatan, Bangunan dan Gedung (JBG) dari Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalsel.

Kendati demikian, Satgas Normalisasi Sungai Kota Banjarmasin mengaku masih belum bisa bertindak, karena belum menjadi produk kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Adapun bahan dasar pembangunan jembatan antara lain, baja, kayu ulin, dan kombinasi antara baja dan kayu ulin.

Intakindo pun mengaku siap, melakukan pendampingan terkait proses pembangunan jembatan. Baik di kawasan A. Yani maupun Veteran. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya