Pembelajaran Tatap Muka Dipastikan Kembali Ditunda

Penundaan proses belajar langsung di sekolah yang ditiadakan sejak mewabahnya virus corona ( Covid-19) itu hingga dalam batas waktu yang belum ditentukan

BANJARMASIN, KP – Untuk kesekian kalinya rencana dibukanya pembelajaran tatap muka di sekolah di Banjarmasin dipastikan kembali ditunda.

Penundaan proses belajar langsung di sekolah yang ditiadakan sejak mewabahnya virus corona ( Covid-19) itu hingga dalam batas waktu yang belum ditentukan.

Padahal ,Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, sekolah tatap muka akan dilaksanakan jika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan status tanggap darurat banjir usai atau mulai Maret 2021.

Sebagaimana diketahui, status PPKM berskala mikro di Kota Banjarmasin untuk pengendalian penyebaran Covid-19 sudah berakhir pada 22 Februari lalu dimulai sejak 9 Februari 2021., namun kemudian diperpanjang kembali hingga setengah bulan kedepan.

Sementara itu, untuk status tanggap darurat banjir dan air pasang di Kota Banjarmasin usai pada akhir Februari bulan ini.

Terkait rencana dibukanya pembelajaran tatap muka sebelumnya Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim ST memberi sinyal positif.

Namun, apakah PPKM akan diperpanjang atau tidak, sampai saat ini, Pemko Banjar­masin masih menunggu arahan pemerintah pusat melalui peme­rintah provinsi,” katanya kepada Minggu (28/2/2021).

“Kita di Komisi IV mem­per­silahkan memulai pem­belaj­a­ran tatap muka. Hanya saja, ada beberapa ketentuan yang sebe­lumnya harus disiapkan dan dimatangkan,” katanya kepada Minggu (28/2/2021).

Berita Lainnya
1 dari 3.193

Dikatakan, pada saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Disdik, beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah menyampaikan hal ini. Disdik ditekankan menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“SOP terkait tatap muka harus terlebih dahulu disiapkan, bagaimana sistem pembelajarannya, ketersediaan protocol kesehatannya, jarak tempat duduk, jumlah kouta siswa dengan ruang kelas,” katanya.

Zainal menegaskan, dengan sistem SOP yang terukur dan adanya jaminan penerapan protocol kesehatan yang ketat, setidaknya membuat orang tua siswa merasa aman, ketika anaknya kembali belajar di sekolah.

“Soal ini yang paling kita tekankan dan harus benar-benar diperhatikan sebelum memulai pembelajaran tatap muka,” tegasnya.

Tak hanya itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun mengingatkan kepada Disdik ataupun pihak sekolah agar tidak memaksakan siswa. Setidaknya, belajar tatap muka harus mendapat persetujuan orang tua siswa dan mengakomodir jika ada yang tidak bersedia untuk belajar dengan tatap muka.

“Kita akui belajar tatap muka lebih efektif dibanding jarak jauh. Namun, suasana pandemi Covid-19 harus disikapi dengan bijaksana,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Totok, Agus Daryanto mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah ini penting dicoba dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Menurutnya pembelajaran tatap muka sudah disimulasikan pada beberapa sekolah, yakni, untuk menggairahkan lagi siswa menempuh pendidikan karena hampir setahun ini hanya mengikuti pembelajaran secara daring.

Karena itu diharapkan mulai awal Maret 2021 ini pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dimulai, sebab semua harus bisa membiasakan diri di masa pandemi Covid-19 ini, termasuk pelaksanaan pendidikan normal.

“Dengan penerapan protokol kesehatan ketat, kita yakin semua bisa beradaptasi dengan kondisi ini, termasuk penerapannya di sekolah,” ujarnya. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya