Vaksinasi Harus Diimbangi Prokes Ketat

Banjarmasin, KP – Pemerintah hingga saat ini tengah gencar memprogramkan vaksinasi untuk mencegah dan mengantisipasi terus mewabahnya virus corona (covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi berharap program tersebut agar didukung semua pihak dan seluruh masyarakat.

Ia juga menandaskan, penularan covid-19 tidak cukup dengan hanya vaksinasi, tanpa juga harus diimbangi penerapan protokoler kesehatan ( prokes) secara ketat.

” Sebab di tengah pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir tentunya adaptasi dan inovasi disegala bidang serta kesiapsiagaan mengendalikan penularan virus ini harus tetap disiplin dilaksanakan agar kita bisa bertahan melewatinya,” ujarnya.

Kepada {KP} di gedung dewan belum lama ini ia mengatakan, selama satu tahun Indonesia berjibaku melawan keganasan covid-19 dampaknya sungguh sangat dirasakan baik dari segi ekonomi maupun sosial. maupun berbagai aktifitas masyarakat.

Karenanya setelah berbagai upaya dilakukan, pemerintah sejak Januari lalu melaksanakan vaksinasi covid-19 secara massal sebagai salah satu senjata mengatasi pandemi tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 2.634

Disebutkan pemerintah telah mentargetkan 181 juta vaksinasi dari mulai tenaga kesehatan, pejabat dan petugas pelayanan publik hingga masyarakat dengan tujuan agar kekebalan daya tahan tubuh terbentuk secara massal.

Tenaga kesehatan di Kota Banjarmasin yang menolak program vaksinasi Covid-19 akan mendapatkan teguran keras.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi menyatakan, ada sebagian kecil nakes yang menolak divaksin covid-19. Namun, alasan mereka masih bisa dipertanggungjawabkan.

”Alasannya seperti memiliki penyakit diabetes, jantung, dan penyakit berbahaya lainnya. Memang kalau demikian boleh, tapi kalau tidak demikian, kita pastikan dapat teguran keras,” tegas Machli Riyadi seperti dilansir dari Antara di Kota Banjarmasin.

Dia menjelaskan, proses vaksinasi covid-19 khusus tenaga kesehatan (nakes) hingga kini terus berjalan hingga kini. Persentasenya sudah mencapai 52,40 persen dari sekitar 7.000 yang menjadi sasaran.

Pihaknya optimistis vaksinasi covid-19 untuk tenaga kesehatan bisa penuhi target sebanyak 7.000 sasaran tersebut hingga akhir Februari.

Menurut Machli, pihaknya dengan upaya dan kerja keras terus mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan menghindari kerumunan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya