Antisipasi Bencana Sampai Rela Refocusing Anggaran

Banjarmasin, KP – Ancaman cuaca buruk yang menghantui Kota Banjarmasin membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, harus bertindak cepat guna mengantisipasi resiko terjadinya bencana.

Lebih-lebih prakiraan cuaca pada awal Mei 2021 mendatang menunjukkan bakal terjadi puncak air pasang dan hujan dengan intensitas tinggi.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengatakan, bahwa pihaknya akan ekstra kerja keras untuk menanggulangi permasalahan drainase sampai sungai di Banjarmasin ini.

“Kita sudah data semua sungai yang ada. Bahkan hingga ke anak-anak sungai juga akan kita sikat,” ucapnya saat ditemui awak media melalui sambungan telepon, Kamis (15/04) siang.

Dalam menjalankannya, Doyo mengaku akan lebih mengintensifkan kinerja Pasukan Turbo yang ada di Bawah Bidang Sungai, Dinas PUPR setempat untuk pelan-pelan mensukseskan normalisasi fungsi sungai.

“Sebagian sungai sudah dikeruk dan dibersihkan oleh pasukan turbo. Meskipun pada intinya sudah dijalankan sejak tanggap darurat banjir,” ungkapnya.

Ia mengaku, bahwa pihaknya tidak main-main dengan program normalisasi sungai. Sampai-sampai, Dinas PUPR rela melakukan refocusing atau realokasi anggaran di internal, guna normalisasi sungai ini tetap berlanjut.

Totalnya pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp10 Miliar yang dikhususkan untuk penanganan normalisasi sungai.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya menggunakan anggaran seadanya. Sekarang ada tambahan kekuatan anggaran di bidang sungai untuk normalisasi sungai. Ditambah lagi juga ada pergeseran dana Belanja Tak Terduga (BTT),” tandasnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.215

Lantas, apakah ini rangka persiapan menghadapi puncak air pasang bulan depan? Pria dengan sapaan Doyo itu pun tak menampiknya. Ia mengklaim akan melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan, untuk mengimbau warganya melakukan kesiapsiagaan.

“Bukan ancaman. Tapi Warning. Agar semua bisa waspada dan bersama-sama mencegah terjadinya banjir lagi. Masyarakat juga silahkan mengusulkan kalau ada sungai yang dangkal, akan kita datangi. Misalnya di Veteran dari Sungai jalan Sungai Bilu ke A Yani buntu, itu akan dikerjakan,” tambahnya.

Terakhir, Doyo membeberkan, bahwa pihaknya akan membangun Tim Normalisasi Sungai untuk memaksimalkan upaya mengembalikan fungsi sungai di Banjarmasin dan mengurangi resiko banjir.

Menurutnya, tim tersebut bakal mulai efektif bekerja pada Mei nanti. Posisi tim tersebut di bawah koordinasi Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

“Kalau dulu bentuknya Satgas, sekarang Tim Normalisasi Sungai. Anggotanya sama, masih melibatkan aparat kepolisian dan unsur masyarakat, namun jumlahnya saja yang tidak sebanyak dulu. Begitu juga dengan anggarannya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Setelah Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir (NSPB) Kota Banjarmasin resmi dibubarkan, kegiatan itu pun sempat dikabarkan mandek atau terhenti.

Pasalnya, kegiatan normalisasi fungsi sungai yang biasanya gencar dijalankan oleh satgas yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin itu sudah lama tak terdengar.

Walaupun sebelumnya, kabar tersebut sudah dibantah secara tegas oleh Doyo Pujadi, yang sempat menjabat sebagai Ketua Satgas.

Sekarang, Doyo pun ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.

Bukan tanpa alasan, dirinya ditunjuk sebagai pimpinan di SKPD tersebut yaitu ternyata untuk melanjutkan program normalisasi sungai di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya