Barito Putera Berusia 33 Tahun.
Hasnuryadi Ingin Laskar Antasari Banyak Diisi Warga Banua

Di hari lahir PS Barito Putera ke 33, 21 April 1988. Hasnuryadi Sulaiman menginginkan agar skuad Lasykar Antasari banyak diisi warga banua.

Banjarmasin, KP – Momentum hari lahir (Harlah) PS Barito Putera yang ke-33 yang jatuh pada tanggal 21 April 1988, di isi dengan beberapa kegiatan di tengah bulan suci Ramadhan 1442 H yang penuh berkah.

Harlah diperingati dengan melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan bersama sejumlah manajemen, tim pelatih dan beberapa kelompok suporter.

Rangkaian kegiatan Harlah klub sepak bola kebanggan banua ini dimulai dari kediaman pendiri PS Barito Putera, Almarhum H Abdussamad Sulaiman HB dan Istri, Hj Nurhayati, di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin Tengah.

Kegiatan diawali dengan berziarah ke makam tokoh ulama kharismatik sekaligus Penasihat PS Barito Putera, Almarhum KH Ahmad Zuhdianoor (Guru Zuhdi), di Jalan Mesjid Jami, belakang Mesjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, Rabu (22/4/2021).

Di pusara Guru Zuhdi, CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, bersama manajemen PS Barito Putera dengan beberapa tim pelatih dan kelompok suporter melakukan ziarah dan berdoa bersama.

Selanjutnya, rangkaian sederhana kegiatan Harlah PS Barito Putera ke-33 ini di lanjutkan dengan berziarah ke Komplek Kubah KH Abdus Samad, di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Sesampainya di Komplek Kubah KH Abdus Samad, rombongan langsung berdoa bersama di makam pendiri klub sepak bola, PS Barito Putera, yakni Almarhum H Abdussamad Sulaiman HB.

Berita Lainnya
1 dari 397

Usai berziarah, kegiatan diakhiri dengan sahur bersama manajemen, tim pelatih dan para kelompok suporter PS Barito Putera, di kediaman Bupati Barito Kuala (Batola), Hj Noormiliani dan suami, H Hasanuddin Murad.

CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan bahwa di Harlah ke-33 PS Barito Putera, akan terus menjunjung tinggi asas kekeluargaan seperti apa yang telah diajarkan oleh orang tua beliau dan juga dewan penasihat PS Barito Putera.

“Asas kekeluargaan itu akan terus kita junjung tinggi, sekali keluarga selamanya tetap keluarga. Walaupun ia hanya bermain sebentar di PS Barito Putera, tetapi tetap ia dianggap sebagai keluarga Barito Putera,” ujarnya, Kamis (22/4/2021) dinihari.

Putera ke empat pendiri PS Barito Putera, Almarhum H Abdussamad Sulaiman HB dan Almarhumah Hj Nurhayati itu menambahkan, dimana pun dan apapun yang dilakukannya kemudian, ia tetap bagian dari keluarga Barito Putera.

Hasnuryadi berharap, agar PS Barito Putera bisa memberikan yang terbaik untuk banua Kalimantan Selatan. Karena, menurutnya, salah satu alasan Tim Laskar Antasari ini didirikan adalah sebagai pemersatu warga Banua, melalui olahraga Sepak Bola.

“Kita ingin mengharumkan nama Banua Kalimantan Selatan melalui prestasi sepak bola. Kita juga ingin, dalam waktu dekat semakin banyak lahir bibit-bibit pemain sepak bola asli banua yang bisa mengisi skuad tim senior. Jadi, mohon waktu dan kesabarannya, mudah-mudahan akan ada kesempatan pemain bibit banua yang bisa mengisi tim senior kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih PS Barito Putera, Yunan Helmi, menyampaikan rasa syukurnya terhadap tim yang dulu pernah ia bela dan kini tengah dilatih olehnya. Untuk itu, ia berharap di usia yang ke-33 ini PS Barito Putera bisa terus eksis di kancah persepakbolaan Indonesia.

“Mudah-mudahan di usia yang ke-33 ini, Barito Putera bisa mendapatkan prestasi gemilang, yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya. (opq/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya