Memprihatinkan, Kalangan Pelajar Banyak Jadi Badut Jalanan

Disinyalir banyaknya pengamen badut jalanan dari kalangan pelajar ini sehubungan mereka mengikuti pendidikan dengan sistim jarak jauh (PJJ) melalui media sosial (daring)

BANJARMASIN, KP – Badut jalanan kini marak di Kota Banjarmasin. Ironisnya, dengan menggunakan kostum kartun itu sebagian besar diantara mereka adalah anak- anak yang masih berstatus pelajar SD dan SMP.

Dari keterangan diperoleh {KP}, menyebutkan, fenomena maraknya badut jalanan ini diduga salah satu dari sekian imbas mewabahnya virus corona (Covid-19).

Di tengah terpuruknya perekonomian akibat wabah virus yang sudah sekitar satu tahun belum mampu diatasi itu, para siswa harus menempuh pendidikan jarak jauh (PJJ) melalui media sosial (daring).

Sementara PJJ dinilai tidak maksimal. Guna mengisi waktu mereka sebagian siswa umumnya dari keluarga tidak mampu mengisi waktu luang mereka dengan menjadi badut jalanan.

Apalagi, menjadi badut jalanan yang menyajikan tarian dengan musik yang berasal dari speaker kecil mereka bisa mendapatkan uang.

Informasi diterima KP banyak siswa SD dan SPM menjadi badut jalan ini sudah diketahui pihak sekolah. Bahkan ada sekolah diketahui sekitar 30 lebih siswanya menjadi badut jalanan.

Berita Lainnya
1 dari 3.189

“Dari laporan didapatkan di sekolah tempat saya mengajar tidak kurang 30 siswa menjadi badut jalanan,” ujar salah seorang guru SMP Negeri di wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara yang hatinya minta jangan disebutkan.

Mensinyalir banyak di antara pengamen badut jalanan dari kalangan pelajar ini. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Zainal Hakim meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) dengan berkoordinasi dengan Satpol PP turun tangan.

“Masalah harus disikapi segera dengan melakukan penertiban karena anak yang seharusnya berada di rumah untuk belajar tapi mereka malah mencari uang di jalan,” ujarnya kepada {KO} Jumat (9/4/2021) kemarin.

Bahkan dalam penertiban atau razia dilaksanakan Zainal Hakim mengatakan, ketika badut jalan itu diperiksa dan ada yang berusia anak-anak masih berstatus pelajar kemudian di data alamat dan sekolah tempat mereka menuntut ilmu.

Sebelumnya ia menyatakan keprihatinannya cukup banyaknya pelajar yang menjadi badut jalanan.” Masalahnya di tengah masih mewabahnya virus corona tentunya sangat membahayakan kesehatan mereka,” kata wakil ketua komisi membidangi masalah pendidikan dan kesehatan ini.

Disebutkan kekhawatiran lainnya adalah, perubahan motivasi belajar anak yang menurun.

Karena itu selain Disdik dan Satpol aktif melakukan penertiban. ia juga mengimbau orang tua harus bisa menyikapi masalah ini untuk tidak melakukan pembiaran anak mereka menjadi badut jalanan.

” Sementara pihak sekolah juga harus ada kebijakan agar pembelajaran daring tidak serta menghilangkan fungsi pengawasan dan kontrol dari sekolah terhadap siswa,” demikian kata Zainal Hakim. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya