Persiapan Paslon Hadapi PSU, Mengalir Saja, Salat Hajat hingga Bersyukur

Banjarmasin, KP – Berbagai macam persiapan yang dilakukan para padangan calon (paslon) kandidat Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Banjarmasin taun 2020 dalam mengahadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dilaksanakan pada Rabu, 28 April 2021.

Dalam proses pesta demokrasi yang terpaksa diulang sesuai dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu yang mengharuskan PSU di tiga kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya. Ada empat paslon yang bakal berlaga. Memperebutkan 29.056 orang pemilih tetap yang tersebar di 80 Tempat Pemungutan Suara (TPS), di tiga kelurahan. Yakni Kelurahan Murung Raya, Kelurahan Mantuil dan Kelurahan Basirih Selatan.

Rinciannya, di Kelurahan Mantuil berjumlah 29 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 9.887, Murung Raya 23 TPS dengan jumlah pemilih 9.887 dan Basirih Selatan 28 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 10.604.

Empat paslon yang memperebutkan tahta tertinggi di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini yaitu nomor urut 1 Haris Makkie – Ilham Noor, nomor urut 2 Ibnu Sina – Arifin Noor, nomor urut 3 Khairul Saleh – Habib Ali Al Habsyi, dan paslon nomor urut 4 Ananda – Mushaffa Zakir.

Dikonfirmasi terkait kesiapan menghadapi PSU, paslon nomor urut 1 yakni Haris Makkie, mengatakan bahwa pihaknya hanya ingin berpikir rasional saja menghadapi PSU hari ini.

“Kalau pun 100 persen kami memperoleh suara di tiga kelurahan itu, kami tidak dapat mengalahkan dua pasangan itu,” ucapnya pada awak media melalui sambungan telepon pada Senin (26/4) sore.

Berkaca dari hal itu, Haris mengatakan pihaknya tidak mempersiapkan apa-apa alias hanya mengalir saja. Mengikuti proses berlangsungnya PSU.

Kemudian, terlepas dari siapa pun yang nantinya terpilih nantinya, ia beranggapan bahwa seorang pemimpin itu mesti memiliki pengalaman dan karakter.

“Pengalaman, tidak mesti harus pernah menjadi wali kota. Tapi, pengalaman memimpin. Baik itu organisasi, pemerintahan atau lain sebagainya,” bebernya.

Sedangkan tentang karakter, Haris menilai, seorang pemimpin mesti tahu tentang karakter di pemerintahan. Menurutnya, tentu seseorang tidak bisa masuk ke dalam satu wilayah tertentu, tapi tidak paham dengan karakter wilayah dan lain sebagainya.

Berita Lainnya
1 dari 3.189

“Mau seperti apa jadinya seorang pemimpin bekerja. Seorang pemimpin adalah panutan, seorang contoh. Oleh karena itu, dia harus memiliki kelebihan,” ungkapnya.

Sementara itu. Paslon nomor urut 1, Ibnu Sina ketika dikonfirmasi mengaku bahwa pihaknya tidak mengadakan persiapan khusus. Dirinya, hanya ingin memastikan bahwa semua persiapan PSU berjalan lancar.

“Kami juga menggelar salat hajat untuk mendoakan agar PSU bisa berjalan lancar,” ungkapnya, Senin (26/4) sore.

Di sisi lain, seusai PSU, Ibnu berharap pada hasilnya nanti tak ada lagi gugatan. Sehingga Wali Kota Banjarmasin yang terpilih nantinya bisa segera dilantik.

“Masyarakat sudah sangat menunggu kehadiran pemimpin, untuk menangani persoalan kota yang saat ini dihadapi bersama-sama,” tutupnya.

Lantas, bagaimana kesiapan paslon nomor urut 3 dan nomor urut 4?

Paslon nomor urut 3, yakni Khairul Saleh, mengatakan bahwa pihaknya pun mengaku tak ada menyiapkan hal yang khusus untuk menghadapi PSU.

“Kami ini, menambah suara tidak, mengurangi pun tidak. Jadi tak ada masalah untuk bagaimanapun hasilnya ke depan. Sedikit banyaknya kami sudah melihat hasil pemilu sebelumnya,” ungkapnya, Selasa (27/4) siang.

Di sisi lain, Khairul juga mengatakan, timnya sendiri kini sudah dibubarkan. Dan kalau pun ingin dibentuk kembali, tentu sedikit susah lantaran tentu memerlukan dana yang tidak sedikit.

“Tapi yang perlu digaris bawahi, semua paslon tentu berhak dipilih. Warga pun punya hak untuk memilih. Maka, pilihlah yang sesuai dengan hati nurani,” pesannya.

Terakhir, paslon nomor 4. Yakni Ananda. Dikonfirmasi kemarin (27/4) siang, dia hanya mengucapkan banyak-banyak bersyukur saja dengan adanya PSU ini.

“Itu saja persiapannya. Kalau untuk persoalan saksi-saksi, pasangan saya ustaz Mushaffa Zakir yang mengawalnya,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya