Reses Kolektif Dinilai Kurang Efektif

Banjarmasin, KP – Anggota DPRD Kota Banjarmasin baru saja melaksanakan kegiatan reses.

Agenda di luar masa persidangan menyerap aspirasi masyarakat sesuai daerah pemilihan (dapil) anggota dewan itu, digelar selama tiga hari berturut- turut sejak Kamis tanggal 1 hingga 3 April 2021.

Belakangan kegiatan reses yang dilaksanakan secara kolektif atau kelompok ini, mendapat evaluasi dari sejumlah anggota dewan.

Masalahnya, karena dinilai kurang efektif, sehingga untuk reses selanjutnya diusulkan agar dilaksanakan secara perorangan masing-masing anggota dewan.

“Secara pribadi saya sangat mendukung reses perorangan karena jauh lebih efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat. Khususnya untuk konstituen di dapil kita ” kata Afrizaldi anggota dewan dapil Kecamatan Banjarmasin Selatan kepada {KP}, Senin (5/4/2021)

Pendapat sana agar reses dilakukan secara perorangan juga dikemukakan anggota Fraksi PDI Perjuangan Saut Nathan Samosir, serta Arufah Arif dari Partai Persatuan Pembangunan.

Saut ingin reses bisa melihat kondisi nyata dilapangan sehingga tidak ada istilah berandai-andai dalam menyelesaikan persoalan warga.

“Setelah reses saya inginnya langsung melihat langsung kondisi yang dikeluhkan warga. Jadi kami enak memperjuangkan kepada pemerintah,” terangnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.653

Soal sulitnya teknis reses perorangan juga mendapat dukungan Arufah Arif yang ingin tugas dan fungsi dewan bisa maksimal dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Kita bisa lebih dekat dengan masyarakat dan mengetahui apa saja keluhan mereka dilapangan. PPP setuju reses perorangan dan siap membahas hal ini di Banmus selanjutnya,” katanya.

Senada dikemukakan Hilyah Aulia. Anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil Kecamatan Banjarmasin Selatan ini juga sependapat dan setuju jika reses dilaksanakan perorangan dibanding kelompok.

Diakui Hilyah, wacana reses perorangan sempat mencuat di kalangan anggota DPRD Banjarmasin hingga masuk tahap pembahasan di Badan Musyawarah (Banmus).

“Jika diusulkan perorangan secara pribadi saya sangat setuju karena selain lebih efektif, kita juga bisa bertatap muka langsung dengan konstituen,” ujar Hilyah.

Ketika wabah virus corona (Covid-19) dan hingga kini masih melanda, reses dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Agenda untuk menjalankan amanah Undang-Undang ini di DPRD Banjarmasin, teknisnya sempat beberapa kali berubah.

Dari berkelompok kemudian sempat berubah dilaksanakan perorangan hingga kembali lagi sistem berkelompok.

Di tengah masih mewabahnya Covid-19 ini jumlah konstituen yang dihadirkan anggota dewan mengikuti reses dibatasi maksimal 10 orang. (nid)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya