Timses Ibnu-Arifin Akui Kekalahan di PSU

Dari 80 TPS di tiga kelurahan paslon Ananda- Mushaffa Zakir meraih suara 11.837, sedang paslon nomor O2 Ibnu Sina – Arifin hanya meraup 5018

BANJARMASIN, KP -Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Banjarmasin digelar Rabu (28/4/2021), ternyata cukup mengejutkan dan di luar perkiraan.

Berdasarkan hitung cepat, pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Ibnu Sina – Arifin Noor kalah dari rivalnya paslon nomor urut 04 Hj Ananda – Mushaffa Zakir.

Perolehan suara paslon nomor 04 Hj Ananda – Mushaffa Zakir mengungguli perolehan suara pada tiga kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Selatan yakni Kelurahan Murung Raya, Kelurahan Mantuil dan Kelurahan Basirih Selatan tempat digelarnya PSU.

Dari 80 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiga kelurahan tersebut paslon Ananda- Mushaffa Zakir meraih suara 11.837, sedang paslon nomor O2 Ibnu Sina – Arifin hanya meraup 5018.

Sedangkan paslon walikota dan wakil walikota nomor urut : 01 Haris Makkie – Ilham Noor meraih suara 412 suara. Sementara Paslon nomor urut 03 Khairul Saleh – Habib Muhammad Ali Alhabsy 537 suara.

Kekalahan paslon Ibnu Sina -Arifin Noor pada PSU di tiga kelurahan tersebut bertolak belakang saat digelarnya Pilwali 9 Desember 2020 lalu, dimana Paslon ini mengungguli tiga paslon lainnya dalam Pilwali.

Namun menanggapi kekalahan itu, Tim sukses paslon Ibnu Sina-Arifin Noor tetap tersenyum lebar. Mereka tetap menyatakan kemenangan kontestasi Pilwali kota Banjarmasin berada dipihaknya.

Bambang Yanto Permono selaku Ketua Timses Paslon Ibnu Sina – Arifin Noor mengatakan, meski C1 PSU yang mereka terima menunjukan paslon Ananda – Mushaffa Zakir unggul 66,35 %, namun hasil kumulatif Pilwali Banjarmasin paslon Ananda-Mushaffa Zakir hanya memperoleh 34,54 % suara.

Berita Lainnya
1 dari 2.766

“Sementara, Ibnu Sina-Arifin Noor unggul dengan raihan suara sebesar 37,96 %. Sekarang usai PSU digelar tinggal menunggu penetapan KPU dalam beberapa jedeapan ini,” ujar Bambang Yanto, kepada {KP} Kamis (29/4/) kemarin.

Bambang Yanto mengaku, sudah memprediksi hasil PSU ini. Karena menurutnya, di lapangan banyak ditemukan kegiatan yang masif dari paslon lain.

” Namun masalah ini pun sudah kita laporkan ke bawaslu terkait adanya dugaan pelanggaran money politik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengaku akan terus mengawal proses penghitungan suara di kecamatan yang digelar Kamis (29/4) hingga Jumat (30/4).

“Akan terus kita kawal. Mulai dari TPS ke kelurahan hingga ke kecamatan. Kita harap pada penghitungan suara dilaksanakan KPU nanti hasilnya tidak jauh berbeda,”demikian kata Bambang Yanto.

Ketua DPC Partai Demokrat ini kembali mengatakan,meski kalah di PSU, namun ajang pemilihan walikota dan wakil walikota ini paslon Ibnu Sina – Arifin Noor tetap sebagai pemenang.

“Mengingat perolehan suara pada Pilwali 9 Desember 2020 lalu perolehan suara paslon Ibnu Sina – Arifin cukup jauh dibanding tiga paslon lainnya,” tandas Bambang Yanto.

Dikemukakan, berdasarkan perhitungan suara Pilwali 9 Desember 2020, KPU menetap Paslon Ibnu Sina – Arifin Noor memperoleh 90.908 suara atau sekitar 38 persen. Sedangkan paslon Ananda – Mushaffa Zakir 74.154 suara, sehingga terdapat selisih suara sebanyak 16.826.

Ia juga mengatakan sudah lega dan mengucapkan rasa syukur karena PSU untuk melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi ini berlangsung aman dan lancar.

Cukup membanggakan kata Bambang Yanto, partisipasi warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam PSU cukup tinggi yaitu mencapai sekitar 63 persen dari 29.824 warga di tiga kelurahan itu yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya