Waspada, Masker Medis Palsu Banyak Beredar

Arianti mengimbau, masyarakat untuk membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang telah tercantum di dalam kemasannya.

BANJARMASIN, KP – Belakangan ini, ramai diperbincangakan soal masker medis palsu yang banyak beredar di pasaran. Padahal, memakai masker saat ini merupakan suatu keharusan untuk melindungi diri dari risiko penyebaran virus corona yang masih mengancam.

Tak sedikit pedagang yang menjual masker medis palsu tersebut di pasar online maupun offline. Disarankan, dalam memilih masker sebaiknya tidak sembarangan, apalagi tergiur dengan harga yang murah.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Kementerian Kesehatan mengakui, beredarnya masker yang mirip dengan jenis N95 dan KN95 di pasaran.

Masker yang kerap digunakan tenaga kesehatan maupun masyarakat ini secara fisik sulit dibedakan. 

“Sekarang di lapangan banyak beredar, banyak sekali yang mirip dengan N95, secara fisik akan sulit dibedakan. Itu baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian. Tentunya, masker non medis palsu tidak memiliki izin edar dari kementerian kesehatan karena tidak memenuhi standar uji sebagai alat kesehatan,” ujar Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Arianti Anaya.

Arianti mengimbau, masyarakat untuk membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang telah tercantum di dalam kemasannya.

Berita Lainnya
1 dari 738

“Saat ini sudah ada 996 masker medis yang memiliki nomor izin edar dari kementerian kesehatan. Kalau sudah mendapat izin edar dari kementerian kesehatan, artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau masker KN95 yang dikategorikan sebagai masker alat kesehatan,” jelasnya. 

Tak hanya menjadi isu hangat di pusat, di Banua pun mulai ramai dibicarakan. Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel merasa khawatir, masker palsu itu juga beredar di daerah. Diharapkan, pemerintah daerah dan penegak hukum harus segera bertindak.

Bila dibiarkan berlarut, tentu akan merugikan masyarakat, di tengah upaya pemerintah yang sedang gencar-gencarnya menekan penyebaran virus Corona. Apalagi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

“Adanya masker medis palsu yang diperjualbelikan di pasaran sangatlah merugikan konsumen, karena itu tidak sesuai standar yang dipersyaratkan Kemenkes,” kata Ketua YLK Kalsel, Ahmad Murjani, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI, harus selektif dalam pemberian izin edar kepada perusahaan alat kesehatan, seperti masker dan alat pelindung diri (APD), di tengah penyebaran Virus Corona (Covid 19).

“Kalau masker medis yang beredar di pasaran saja tidak memenuhi standar, bagaimana mau menurunkan penyebaran virus Corona, sia-sia jadinya,” ujarnya.

Perpanjangan tangan Kemenkes di daerah, Dinkes bersama Balai POM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan kepolisian bisa turun ke lapangan melakukan pengecekan, mengingat produk alat kesehatan yang beredar di pasaran, tidak hanya produk lokal tapi juga ada produk dari luar negeri.

“Pihak terkait di daerah, secepatnya harus melakukan razia. Selain itu, Kemenkes juga bisa membuka saluran pengaduan. Partisipasi masyarakat bisa menjadi kontrol yang efektif, menghindari peredaran masker medis palsu di pasaran,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya