Balai Bahasa Kalsel Adakan Diskusi Terpunpun Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

Barabai, KP – Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Sarana dan Aplikasi Informatika Dinas Kominfo HST, Saifik Mailani, memberikan materi tentang menangkal berita hoax dan ujaran kebencian pada acara diskusi kelompok terpumpun resolusi konflik kebahasaan di masyarakat yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalsel di Auditorium Kantor Bupati HST, Kamis (29/4/2021).

Saiful Meilani juga mengatakan, di Dinas Kominfo kebanyakan pejabatnya juga bukan berlatar belakang ilmu IT.

“Kami akui itu kelemahan dinas kami selama ini dan ke depan mungkin akan ada pembenahan dan perbaikan, terutama dalam upaya menangkal berita hoax,” katanya.

Peserta acara pun sempat menanyakan berapa banyak berita hoax yang pernah di klarifikasi atau ditangkal oleh Kominfo khususnya yang beredar luas di masyarakat HST dan langkah-langkah ke depan.

Dicontohkan seperti pasca banjir di Kabupaten HST beberapa waktu yang lalu. Banyak beredar berita-berita hoax terutama info masalah debit air di daerah pegunungan yang membuat cemas warga Barabai.

Penanganan banjir oleh pemerintah yang terintegrasi dengan dinas terkait khususnya Kominfo dalam memberikan informasi, tidak pernah memberikan klarifikasi terkait masalah itu.

Berita Lainnya
1 dari 426

Akibatnya banyak info yang simpang siur dan di bagikan ke beberapa grub media sosial yang menimbulkan kecemasan dan kepanikan.

Beruntung organisasi sosial seperti Balakar dan Orari lokal aktif memberikan informasi perkembangan masalah banjir dulu dan mengurangi kecemasan warga.

“Saat ini kami akui, website Kominfo belum menayangkan hoax yang beredar di daerah, masih sifatnya skala nasional, namun ke depan insyaallah kita akan terus melakukan pembenahan,” ungkapny.

Sementara Kasat Reskrim Polres HST AKP Dany Listiono, yang juga sebagai Pemberi materi, mengatakan, saat ini masalah ITE ini dalam dasar hukum undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dari beberapa kasus yang terjadi di wilayah Polres HST ini.

Dengan kasus ujaran kebencian kebanyakan dengan cara damai, dan ada juga lanjut, kami harapkan kalau ada berita baca dulu dengan benar baru komentar, jangan hanya komentar,”ungkapnya.

Pada waktu yang sama Kepala Balai  Bahasa Kalsel Muhammad Luthfi Baihaki, mengatakan untuk saat ini gunakan media sosial dengan bijak sebelum klik.

Pihaknya selalu menjadi saksi ahli  atau saksi ahli bahasa dalam kasus ujaran kebencian yang saat ini begitu banyak terjadi. (adv/ary/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya