Belum Terima Instruksi Libur saat PSU

Banjarmasin, KP – Keputusan untuk menjadikan hari libur atau tidak saat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2020 belum ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Padahal, beberapa saat yang lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana menetapkan hari libur saat pencoblosan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kalsel pada 9 Juni 2021 mendatang

Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan wilayah mana saja yang akan diliburkan.

“Ini sedang di simulasi staf kami, nanti akan kami umumkan liburnya seperti apa,” ujar Safrizal dalam keterangan yang diterima, Minggu (23/05) yang lalu.

Safrizal memastikan, wilayah yang menyelenggarakan PSU sudah tentu diliburkan. Namun, apakah di sekitar wilayah yang menggelar PSU juga akan diliburkan atau tidak?

Terkait hal itu, ternyata masih belum diputuskan, sehingga pihaknya masih akan mencari jalan tengah untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Safrizal pun meminta kepada masyarakat untuk menjaga suasana kondusif jelang hari pencoblosan PSU agar tercipta keamanan di tengah hangatnya situasi politik di Kalsel.

“Nanti di hari pencoblosan, masyarakat yang bertanggung jawab ikut memberikan kontribusi dalam proses demokrasi yang sedang berjalan, pilihlah sesuai hati nurani,” harapnya

Lantas, bagaimana nasib wilayah PSU di Kota Banjarmasin?

Berita Lainnya
1 dari 2.996

Seperti diketahui, dari beberapa wilayah yang menyelenggarakan PSU. Salah satunya berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan yang harus mengulang pencoblosan di seluruh TPS.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengaku bahwa sampai saat ini pihaknya masih belum menerima instruksi tersebut secara resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

“Sampai sekarang, instruksi dari Gubernur soal menjadikan hari libur saat PSU nanti masih belum kita terima,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Selasa (25/05) siang.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa Pemko selalu siap untuk menjalankan apa yang sudah menjadi instruksi dari Pj Gubernur Kalsel.

“Kalau memang harus libur, kita juga akan ikuti itu,” ujarnya.

Menurutnya, apapun yang diputuskan, pihaknya akan siap mengikuti instruksi tersebut dengan tujuan untuk mensukseskan PSU Pilgub 2020.

“Kita lihat instruksinya dulu. Apakah diliburkan semua atau wilayah PSU saja. Misalnya disini di wilayah Banjarmasin Selatan. Tapi pada prinsipnya kami siap mengikuti instruksi Gubernur, untuk mensukseskan PSU Gubernur,” tandasnya.

Seperti diketahui, PSU Pilkada Kalsel digelar sesuai amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian gugatan paslon Denny Indrayana-Difriadi Darjat beberapa waktu lalu.

Selain Kecamatan Banjarmasin Selatan, wilayah lain yang mewajibkan untuk diselenggarakannya PSU dalam Pilkada Kalsel ada di lima kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kelima kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-aluh, Kecamatan Mataraman, Kecamatan Astambul dan Kecamatan Martapura.

Sedangkan di Kabupaten Tapin, ada 24 TPS yang harus menyalakan PSU. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya