Disiplin Kunci Terciptanya Lingkungan Bersih dan Sehat

Selain persoalan sampah adalah menyangkut kesehatan masyarakat yang saat ini dihantui terkena wabah virus Corona

BANJARMASIN, KP – Pengelolaan dan penanggulangan sampah di Kota Banjarmasin dinilai sampai sekarang belum tertangani dengan maksimal.

Selain persoalan sampah adalah menyangkut kesehatan masyarakat yang saat ini dihantui terkena wabah virus Corona (Covid-19).

Banyaknya sejumlah kendala dihadapi sering menjadi alasan utama mengapa permasalahan upaya penanganan kebersihan dan kesehatan ini sering dijadikan sebagai sebuah alasan.

Dari sekian kendala itu seperti adalah dari soal terbatasnya teknologi, minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki, hingga soal masih rendahnya kesadaran atau disiplin masyarakat terhadap betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan itu.

“Padahal penanggulangan atau pengelolaan sampah sebenarnya bukan hanya sekedar terletak pada penggunaan teknologi atau sarana serta prasarana, tapi paling mendasar adalah menyangkut disiplin dan kesadaran masyarakat untuk terbiasa menjaga kebersihan. Demikian juga dalam hal menjaga kesehatan,` kata anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Sukhrowardi.

Kepada KP Selasa (4/5/) ia mengemukakan, Pemko Banjarmasin harus terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah sampah dan pentingnya menghindari ancaman terkena penyakit harus ditekankan pada upaya untuk menjadikannya sebagai gerakan sosial masyarakat yang wajib ‘diperangi’ secara bersama- bersama.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

“Sebab disiplin warga merupakan kunci paling utama untuk mewujudkan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan warga kota ini,”tandas Sukhrowardi.

Secara khusus berbicara masalah penanganan sampah, Sukhrowardi mengatakan , Pemko Banjarmasin bersama masyarakatnya harus belajar dari sejumlah daerah di Indonesia, terlebih sejumlah negara maju yang berhasil melakukan penanggulangan sampah.

Di negara yang sudah maju kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini, pengelolaan dan penanggulangan sampah tidak hanya sekedar menggunakan teknologi, tapi juga sangat didukung kesadaran dan disiplin yang sangat tinggi dari warganya.

Menurutnya , sebenarnya sudah banyak pemanfaatan teknologi serta sumbangan pemikiran dari berbagai perguruan tinggi maupun para pakar lingkungan dalam upaya mengatasi persoalan dan penanganan sampah.

Namun ia menegaskan, teknologi tidak banyak artinya jika tidak diimbangi dan diikuti oleh gerakan kolektif masyarakat untuk menangani masalah sampah secara baik.

Menyadari hal demikian ujarnya, masyarakat perlu kiranya diberikan pemahaman secara berkelanjutan agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

“Apalagi jika masyarakat mampu memberdayakan gerakan kolektif , dimana pemilahan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat dari segi ekonomi, seperti diolah menjadi kompos serta energi biogas,” demikian kata Sukhrowardi. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya