Hanya Tiga Pendonor Sejak Lebaran

Banjarmasin, KP – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin kebanjiran permintaan darah untuk diberikan kepada pasien yang membutuhkan transfusi darah dari berbagai rumah sakit.

Namun, sayangnya permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi semuanya lantaran stok darah yang dimiliki UDD PMI Kota Banjarmasin sangat minim.

Bahkan, Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan bahwa saat ini pihaknya kekurangan pendonor.

“Dua hari paska lebaran kemarin kita hanya dapat tiga orang pendonor,” ungkapnya saat ditemui awak media belum lama tadi.

Padahal menurutnya permintaan darah saat ini sedang banyak-banyaknya. Bersyukur dalam beberapa hari belakangan banyak pendonor yang sudah mulai datang untuk mendonorkan darah mereka.

“Dengan bertambahnya Rumah Sakit ini kita mendapatkan permintaan darah yang semakin tinggi. Tapi kita tetap kekurangan pendonor,” ujarnya.

Menurutnya kurangnya pendonor ini terjadi lantaran terbatasnya kegiatan dari instansi yang biasanya menjadi pendonor tetap di PMI. Alhasil banyak instansi yang enggan menggelar kegiatan donor darah.

“Padahal kita sudah menyampaikan surat, dan memberikan jaminan bahwa pelaksanaan donor darah yang kita laksanakan dengan prokes yang ketat,” imbuhnya.

Berita Lainnya

Kembali Minta Dispensasi

1 dari 3.577

“Padahal jika ada kegiatan instansi itu kita bisa dengan banyak mendapatkan darahnya,” lanjutnya.

Selain transfusi darah, pria dengan sapaan dr Rama itu membeberkan, saat ini pihaknya juga kebanjiran permintaan plasma konvalesen. Padahal kondisi saat ini pendonor plasma yang digunakannsebagainterapi oenyembuhan pasien Covid-19 bergejala tersebut sudah sangat sulit didapat.

“Untuk plasma konvalesen juga kita kesulitan pendonor. Bukan karena tidak ada pendonornya, tetapi titer antibodi yang dimiliki pendonor kebanyakan tidak mencukupi,” bebernya.

Pasalnya, ia melanjutkan beberapa hari lalu pihanya memeriksa beberapa pendonor yang ingin mendonorkan plasma. Namun, titer antibodi nya tidak cukup.

“Kita pernah mencoba 10 sampel, tapi yang bisa diambil titer antibodi nya hanya satu orang,” tambahnya.

Untuk itu, guna menutupi kekurangan stok darah tersebut, pihak PMI akan mencoba menjalin kerja sama di beberapa organisasi dan instansi terkait.

Pihaknya juga menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarmasin untuk menjadi pendonor darah agar bisa menutupi kekurangan stok darah yang terjadi.

“Mungkin nanti akan kami buat surat ke instansi pemko untuk dinas terkait supaya bisa melaksanakan kegiatan donor darah minimal dalam sehari itu 10-20 orang dari ASN yang mendonor, dan itu kan sangat terbantu dan semoga ini bisa membantu,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya