Masih Pikir-pikir Pasang Kembali Stick Cone

Banjarmasin, KP – Pemasangan kembali stick cone yang berfungsi sebagai tiang pembatas lajur sepeda di sepanjang Jalan A Yani, Kota Banjarmasin rupanya masih hanya sebatas rencana.

Pasalnya, dari pantauan Kalimantan Post, bencana banjir yang melanda Kota Banjarmasin pada awal Januari lalu, mengakibatkan sejumlah kerusakan di beberapa titik Jalan Ahmad Yani Banjarmasin.

Tidak hanya itu, bencana banjir itu juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas jalan, termasuk stick cone atau pengaman jalur sepeda.

Agar kerusakan tidak semakin parah, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin memilih untuk melepas tongkat elastis berwarna orange terang itu.

“Pasca banjir kemarin stick cone beberapa lepas, ada juga beberapa bengkok, karena kondisi saat itu urgen jadi kami memilih untuk melepasnya,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Banjarmasin, Endri saat ditemui awak media di ruang kerjanya belum lama tadi.

Menurutnya, walaupun saat ini Jalan Ahmad Yani tidak lagi tergenang banjir, pemasangan kembali stick cone masih belum bisa dilakukan.

Sebab Dishub Kota Banjarmasin, masih harus berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XI Kalsel.

Ia menjelaskan, koordinasi yang ia maksud tersebut berkaitan dengan rencana perbaikan permukaan jalan yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya

Banjarmasin dan Batola teken MoU

1 dari 3.567

“Kami masih berkoordinasi, apakah nanti akan ada perbaikan jalan, soalnya kalau di pasang sekarang ketika ada perbaikan maka mau tidak mau harus dilepas lagi,” ujarnya.

Selain itu, alasan lain mengapa saat ini pihaknya lebih memilih untuk tidak kembali memasang stick cone itu adalah upaya normalisasi sungai yang saat ini masih gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Normalisasi sungai kan masih belum rampung, apalagi sungai di A Yani belum semuanya di normaslisasi. Jadi kalau kita pasang (stick cone) bisa mengahalangi alat berat untuk bekerja,” ungkapnya.

Lanjut Endri membeberkan bahwa pihaknya memeiliki beberapa alternatif lain yang bisa digunakan sebagai pengaman jalur sepeda, selain pemasangan stick cone.

Misalnya saja dengan cara memberikan tanda khusus sepeda, pada aspal jalan atau cara lainnya.

“Tapi dilihat lagi kebutuhannya seperti apa, kami sambil mengkaji lebih dalam untuk mencari pola yang bagus supaya jalur sepeda bisa benar-benar dimanfaatkan dan tidak menimbulkan dampak terhadap pengguna jalan lain,” pungkasnya.

Sementara itu. Salah seorang pengguna sepeda, Zhuardi Mufti Ramadhani, mengaku lebih nyaman bersepeda dengan kondisi sekarang, yakni tanpa ada stick cone.

“kurang efektif sih, malah bisa membahayakan pengguna jalan lain kalau itu (stick cone) dipasang lagi,” tukasnya.

Ia mengaku lebih menyukai lajur sepeda seperti biasa, berupa garis pembatas dengan cat berwarna terang. Tanpa pembatas yang menghalangi.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya