PANGKALAN BUN, Kalimantanpost.com –
Selama tiga hari berturut-turut tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
“Selama tiga hari berturut-turut, Tim Reaksi Cepat (TRC) kita, tangani sebanyak empat lokasi kejadian dari tanggal 18 hingga 20 Juli 2026,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kobar Samuel di Pangkalan Bun, Senin (20/7).
Dia mengatakan, empat lokasi kejadian karhutla tersebut pada 18 Juli di Desa Kubu Kecamatan Kumai, merupakan penanganan kebakaran lahan susulan di lahan gambut dengan kondisi api masih menyala saat tim tiba di lokasi.
“Proses pemadaman berhasil dilakukan hingga padam total pada area sekitar satu hektare,” ucapnya.
Selanjutnya pada 19 Juli di Jalan Samari Kelurahan Madurejo melakukan pemadaman kebakaran lahan seluas sekitar 0,5 hektare.
Sementara itu di Jalan Jendral Sudirman RT 15 Kelurahan Sidorejo, tim melakukan pemadaman kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang merambat ke lahan kering akibat angin kencang
Selanjutnya pada 20 Juli 2026 di Jalan Tjilik Riwut II, Gang Garuda RT 13 Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, yang di picu oleh aktivitas warga, dan merambat ke lahan yang dalam kondisi kering.
“Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut kita terhadap laporan masyarakat, tentunya dalam penanganan itu kita di bantu oleh Damkar, Manggala Agni, Polsek Arsel, serta relawan Tagana,” ucapnya.
Samuel mengungkapkan, saat ini status penanganan karhutla di Kabupaten Kobar masih berada dalam kategori siaga.
“Kita berkomitmen akan terus melakukan pemantauan di lapangan, serta gerak cepat terhadap laporan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga tidak henti- hentinya untuk mengimbau serta memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Mari bersama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau saat ini dengan kondisi cuaca panas dan berangin,” demikian Samuel. (Ant/KPO-3)















