Pasca Lebaran Arus Balik Terminal KM 6 Terpantau Sepi

Sepinya terminal ini hampir sama saat beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun ini yang biasanya terjadi lonjakan penumpang yang mudik pulang kampung

BANJARMASIN, KP – Terminal KM 6 terpantau sepi. Padahal mulai Senin (17/5) kemarin seluruh aktivitas perkantoran sudah mulai masuk kerja.

Sepinya terminal ini hampir sama saat beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun ini yang biasanya terjadi lonjakan penumpang yang mudik pulang kampung

Diprediksi pemandangan itu menyusul dikeluarkannya larangan mudik oleh pemerintah yang berlaku mulai Kamis tanggal 6 kemarin hingga 17 Mei 2021.

Dari pantauan {KP} dari tanggal 15 hingga Senin (17)5) kemarin atau 4 hari pasca lebaran Idul Fitri, Terminal KM 6 tidak banyak terlihat aktivitas mobil colt dan bus yang biasanya melayani angkutan umum antar kabupaten/ kota maupun lintas provinsi tersebut.

“Sepi pak tidak banyak penumpangnya ,” kata Zai Al sopir mobil colt angkutan umum antar kabupaten/kota dalam provinsi.

Kendati sepi namun sejumlah petugas masih terlihat berjaga di posko di lokasi terminal. Posko didirikan melakukan pemantauan dan pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H/ 2021 M tahun ini.

Sebagaimaba diberitakan sebelumnya Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengeluarkan surat edaran yang melarang masyarakat mudik hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Berita Lainnya
1 dari 2.996

Kebijakan yang diambil dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 ini diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

Surat Edaran (SE) itu bernomor 065/1836/ Dinkes/Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442 H di Kalsel.

Kebijakan juga dimaksudkan dengan mempertimbangkan perkembangan terkini terkait pandemi Covid-19. Sekaligus juga sebagai bagian dari merespons kebijakan pemerintah untuk mengurangi lonjakan penyebaran Covid-19 terutama di Kalsel.

Guna melaksanakan kebijakan itu, semua jalur mudik dari lintas provinsi hingga kabupaten dan kota di Kalsel ditutup. Hal ini untuk mengefektifkan penyekatan masyarakat yang masih nekat untuk mudik lebaran.

Setiap transportasi angkutan maupun mobil pribadi yang melewati pos penjagaan dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan yang diturunkan dari mulai surat perjalanannya dan juga surat keterangan bebas Covid-19.

Sebelumnya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengungkapkan sebanyak 1.500 personel gabungan TNI-Polri dan pemda dilibatkan selama 12 hari Operasi Ketupat Intan sekaligus dalam upaya mencegah larangan mudik lebaran tahun ini.

Kapolda mengatakan personel dibagi ke beberapa pos pelayanan, pos pengamanan serta pos cek poin penyekatan arus mudik di 13 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kalsel.

Disebutkan Kapolda pihaknya melakukan penyekatan pada enam pintu masuk dan pusat arus lalulintas mudik di wilayah Kalsel, Ke enam pintu masuk tersebut meliputi perbatasan Kabupaten Barito Kuala dengan Kabupaten Kapuas (Kalteng), jalur sungai di Desa Kecamatan Paminggir dengan Barito Selatan (Kalteng).

Kemudian perbatasan Kabupaten Tabalong di Desa Kalua dengan Kalteng, Kecamatan Jaro dengan Kaltim, perbatasan Kabupaten Kotabaru dengan Kaltim, serta Kabupaten Tapin dengan Kabupaten Banjar. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya