Pengalaman Jadi Modal Hadapi Ancaman Banjir

Banjarmasin, KP – Penanganan bencana banjir di awal tahun 2021 dijadikan modal utama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam menanggapi ancaman banjir yang belakangan menghantui Ibukota Provinsi Kalsel.

Pasalnya, beberapa waktu lalu, Pemrov Kalsel telah menaikkan status terhadap cuaca buruk yang belakangan terjadi di Bumi Antasari ini menjadi Siaga Satu Bencana Banjir.

Berdasarkan informasi, yang berhasil dihimpun awak media, kenaikan status tersebut dikarenakan curah hujan masih sangat tinggi, bahkan diperkirakan akan berlangsung hingga Juni 2021.

Tujuan ditingkatkannya status tersebut tidak lain adalah untuk meminimalisir risiko, baik itu korban harta benda hingga korban jiwa.

Terkait dengan hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin rupanya sudah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi resiko meningkatnya permukaan air sungai hingga merendam pemukiman warga.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar pun mengatakan bahwa pengalaman dalam menangani banjir kemarin merupakan pelajaran yang berharga dalam menyikapi kondisi alam saat ini.

“Belajar dari pengalaman banjir awal tahun tadi, makanya antisipasi terus kita lakukan khususnya melalui instansi terkait,” ucapnya kepada awak media di lobi gedung Balai Kota Banjarmasin, Rabu (19/05) sore.

Berita Lainnya
1 dari 3.546

Menurutnya, pihaknya juga sudah menginstruksikan dinas terkait untuk lebih intens dalam membersihkan saluran air dan upaya normalisasi sungai.

“Pasukan Turbo milik Dinas PUPR kita juga memaksimalkan kinerjanya agar kejadian (banjir) kemarin tidak kembali terulang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Edy Wibowo mengatakan bahwa pihaknya pun siap menjalankan instruksi dari Pj Gubernur Kalsel.

“Semua sesuai dengan arahan dari PJ Gubernur Kalsel. Dan ini agar kita lebih waspada dini,” ujarnya.

Jauh dari penetapan status itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Doyo Pudjadi pernah berkata, bahwa berbagai upaya terus dilakukan.

Salah satunya adalah terus melakukan kegiatan normalisasi dan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan-pendangkalan.

“Kita sudah mengerahkan pasukan turbo untuk melakukan pengerukan sungai-sungai, dan ini tujuannya adalah agar sungai pun bisa menampung debit air lebih besar,” tandasnya. (zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya