Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Blended Finance Perhutanan Sosial Diluncurkan

×

Blended Finance Perhutanan Sosial Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
hutan
Foto Ilustrasi Kawasan Hutan. (net)

Banjarbaru, KP – Pemprov Kalsel mendukung pelaksanaan Program Blended Finance Model (BFM).

Menyasar delapan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengembangan komoditas unggulan, jasa lingkungan, hingga upaya mitigasi risiko bencana dan konservasi kawasan.

Kalimantan Post

Delapan KUPS yang menjadi sasaran program yakni KUPS Dadaringan, Batu Kura, Wisata Gunung Birah, Agroforestry Gunung Birah, Gunung Batuah, Bukit Sapu Angin, Lestari dan MPG Suka Maju.

Anggaran untuk delapan KUPS tersebut mencapai Rp14,573 miliar yang dialokasikan untuk penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan produktivitas areal perhutanan sosial, serta penguatan kapasitas usaha.

Program melibatkan sekitar 163 anggota penerima manfaat langsung dengan kegiatan utama berupa peningkatan produksi komoditas unggulan seperti agroforestry, hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan.

Termasuk mitigasi risiko bencana melalui rehabilitasi tapak, konservasi tanah dan air, vegetasi pelindung, hingga penataan tata air gambut.

sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis perhutanan sosial sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Gubernur Kalsel, H Muhidin membuka Konsolidasi Kick-Off Project Peningkatan Kapasitas Masyarakat dan Inisiasi Pembiayaan Campuran untuk Social Forestry Enterprises di Banua.

Muhidin mengapresiasi kepada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Yayasan Borneo Institute yang telah menginisiasi program tersebut.

Menurutnya, perhutanan sosial tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

“Kami sepenuhnya mendukung berbagai upaya yang mendorong kelompok usaha perhutanan sosial agar semakin produktif, memiliki kelembagaan yang kuat, serta mampu mengakses sumber pembiayaan yang berkelanjutan,” kata Muhidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan program BFM merupakan model pendanaan campuran yang diterapkan untuk mendukung perhutanan sosial dan tata kelola lingkungan berkelanjutan.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kalsel Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Balai Industri di HSU

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, BPDLH, dan Global Green Growth Institute (GGGI), dengan Yayasan Borneo Institute sebagai lembaga perantara pelaksana kegiatan.

“Kalsel menjadi salah satu provinsi yang ditunjuk BPDLH untuk menerima dana hibah BFM bersama tujuh provinsi lainnya,” jelasnya.

“Semoga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan