Tambang Batu Gamping Jaro Tak Miliki Ijin

Tanjung, KP – Satreskrim Polres Tabalong telah melakukan penyelidikan adanya aktivitas pertambangan batu gamping yang diduga tanpa mengantongi izin yang berada di wilayah Desa Garagata, Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dari data yang berhasil dihimpun, kegiatan penambangan batu gamping ini diduga dilakukan perusahaan CV AJM (Adit Jaya Mandiri).

Sejumlah alat berat juga telah dijadikan barang bukti setelah petugas Satreskrim Polres Tabalong yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Dr. Trisna Agus Brata, S.H,. M.H mendatangi lokasi.

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori, S.I.K, CrFA melalui Kasubaghumas AKP Otto saat dikonfirmasi, Sabtu (8/5/2021), membenarkan, adanya proses hukum terhadap aktivitas pertambangan batu gamping yang diduga tanpa izin tersebut.

“Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Dugaan tindak pidana sebagai dimaksud dalam pasal 158 UU RI No 3 Tahun 2020 perubahan atas UU RI No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara ini terungkap Sabtu (1/5/ 2021) sekitar pukul 11.00 wita.

Dimana anggota Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Tabalong yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Dr Trisna Agus Brata, S.H,.M.H menemukan langsung adanya peristiwa diduga tindak pidana melakukan kegiatan pertambangan batu gamping tanpa izin tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 254

Saat itu didapati pertambangan batu gamping dengan menggunakan tiga unit eksavator sedang beroperasional di lahan
yang masuk wilayah Desa Garagata, Kecamatan Jaro, Tabalong.

Ketiganya sedang melakukan penambangan dan pemuatan batu gamping ke dalam beberapa buah truck dump yang juga berada di lokasi.

Kegiatan penambangan tersebut diduga dilakukan CV AJM dan batu hasil penambangan dikirim ke stock pile milik AJM yang berada di Desa Teratau, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong.

Batu gamping itu dibawa dengan menggunakan surat kirim atas nama AJM dan ternyata disinyalir kegiatan pertambangan itu dilakukan di luar IUP OP CV AJM.

Selanjutnya untuk proses lebih lanjut dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Tabalong.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam kasus ini berupa tig unit eksavator merk kobelco warna hijau, 10 unit dump truck warna kuning.

Satu bundel list rekapitulasi pengiriman material batu gamping diduga milik CV AJM bulan Januari 2021 sampai dengan April 2021.

Serta dua bundel surat jalan pengangkutan batu gamping diduga milik CV AJM dari bulan April 2021 sampai dengan Mei 2021.

Sementara siapa yang menjadi terlapor dalam dugaan pertambangan batu gamping tanpa izin ini masih dalam proses penyidikan. (ros/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya