Air Sungai Pasang Kembali Meluap

Banjarmasin, KP – Naiknya air pasang dan sesekali diiringi curah hujan dengan intensitas rendah dalam beberapa hari tak pelak membuat sejumlah warga terutama berada di tepian sungai (tergenang).

Tak hanya rumah warga, meluapnya air pasang juga menggenangi sejumlah ruas jalan perkotaan dan halaman perkantoran.

Cukup tingginya air pasang disusul sesekali curah hujan meski dengan intensitas rendah ini, dikhawatirkan warga musibah banjir yang terjadi pertengahan Januari lalu kembali melanda Kota Banjarmasin.

Berdasarkan pantauan, sejak Minggu (27/6/2021) hingga Senin (28/6/2021) kemarin , banyak rumah warga terutama berada di tepian sungai terendam air pasang.

Tak rumah warga, sejumlah ruas jalan dan halaman perkantoran terendam saat tingginya air pasang. Diantaranya Simpang Jalan Lambung Mangkurat tepatnya depan Hotel Mentari.

Air pasang juga merendam halaman kantor DPRD Banjarmasin yang juga berlokasi di Jalan Lambung Mangkurat No : 2 yang selama ini menjadi langganan terendam air pasang atau karena tingginya curah hujan.

Tergenangnya halaman kantor wakil rakyat itu melalui saluran pembuang air persis berada di samping Kantor DPRD Banjarmasin yang menghubungkan ke Sungai Belasung.

Berita Lainnya
1 dari 3.188

Kepada Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali mengatakan, sudah hal biasa jika air pasang dan tingginya curah hujan menyebabkan halaman Kantor DPRD tergenang.

” Masalahnya selain halaman rendah, kebetulan di belakangnya Kantor DPRD ini dekat sungai,” ujarnya.

Matnor Ali juga menjelaskan, tidak jarang jika curah hujan sangat deras dengan waktu lama apalagi disusul naiknya air sungai pasang , air hingga menggenangi sebagian ruang kantor.

“Seperti seluruh ruang komisi dan sejumlah ruang ditempati staf sekretariat dewan,” ujarnya.

Naiknya air pasang sungai secara perlahan mulai terlihat sejak pukul 10.00 wita dan berangsur surut pukul 14.00 wita.

Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Watoni membenarkan kondisi air pasang tidak normal kembali terjadi di Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir ini.

“Penyebabnya karena air pasang dari laut cukup tinggi hingga masuk ke Sungai Martapura,” tuturnya.

Ia menjelaskan, naiknya air pasang sungai ini tidak sampai mengkhawatirkan seperti terjadinya musibah banjir pertengahan bulan Januari tahun ini. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya