Dian dan Aliv Wibowo
Ayah dan anak ‘gila’bola

Banjarmasin, KP – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, berlaku bagi Ardiansyah, legenda sepekbola Peseban Banjarmasin dan puteranya Aliv Wibowo, yang sama-sama penghoby berat olahraga kulit bundar tersebut.

‘’Saya bisa menjadi seorang ANS (Aparatur Sipil Negara) dulu PSN (Pegawai Sipil Negara), karena bermain bola. Anak saya Aliv melihat hobby saya yang luar biasa dengan sepakbola, lalu mengikuti jejak saya menjadi sama-sama ‘gila’bola,’’ cerita Dian sapaan akrab Ardiansyah.

Ternyata selain ‘daddy and son’ Dian dan Aliv yang gemar bermain sepakbola, kakak Dian H Juman juga sama-sama menekuni olahraga yang paling digemari di seluruh dunia itu .Juman juga Ketua tim sepakbola Allstars Kalsel, dimana Dian dan Aliv yang berdomisili di Banjarbaru, juga ikut gabung di klub binaan dispora Kalsel tersebut.

Juman sapaan akrab H Jurmansyah, memiliki putera bernama Ridhani Maulana saat ini bermain di SSB Bintang Pelajar Salatiga Jawa Tengah. Sedangkan Dian, panggilan Ardiansyah memiliki putra, Aliv Wibowo yang juga bermain sepakbola di Banjarbaru dan juga di Banjarmasin, terkadang ikut memperkuat klub H Juman, Allstar Kalsel.

Menurut kakak kandung Dian, mereka berdua bermain bola sejak masih berusia 12 tahun. Karena tinggal di Mulawarman, mereka bisa bermain bola setiap hari, baik di lapangan SKB Mulawarman maupun di stadion 17 Mei Banjarmasin yang ada di sampingnya.

‘’Kegemaran bermain olahraga kulit bundar ini terus berlanjut sampai kami sudah bekerja, hingga sudah dewasa seperti sekarang. Kemudian diikuti anak saya Ridhani dan putra Dian, Aliv Wibowo,’’ cerita Juman.

Berita Lainnya
1 dari 400

Pria pengusaha catering ‘Dapoer Sugih’’ ini bersama tokoh allstar Kalsel H Yuyu Rahmat Mulyana, mengaku rutin bermain sepakbola, di lapangan Green Yakin Soccer Field di Jl A Yani Km 10 dan di lapangan Upik Mini Soccer Banua Anyar Banjarmasin.

Dian yang juga penggemar mincing dilaut (fishing mania) selain bemain di tim sepakbola Allstar Banjarbaru, juga ikut gabung tim Allstar Kalsel.

Menurut Dian, mereka bersaudara enam orang, namun mereka berdua yang paling menggemari sepakbola, sedangkan saudaranya yang lain, menyukai olahraga lainnya yang lebih ringan.

‘’Banyak filosopi menarik dari olahraga sepakbola, sebagai cabang kolektif dengan jumlah pemain 11 orang, dibutuhkan kekompakan dan kerjasama, saling pengertian dan menjunjung tinggi sportifitas,’’ kata Dian yang sepesialisasi tendangan bebas jarak jauh yang sering membuahkan gol.

Dalam situasi pandemic covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dan juga daerah kita, berolahraga merupakan salah satu upaya positif dalam meningkatkan imunitas tubuh supaya tetap bugar dan sehat, mampu mengantisifasi tertular berbagai virus penyakit.

Tim allstar Kalsel yang didominasi pemain-pemain senior dan juga ada yang manula, patut dijadikan contoh dan motivasi bagi pemain sepakbola usia muda, bagaimana mereka bisa tetap bugar dan mampu bermain bola selama 3 x 30 menit atau 2 x 45 menit, pungkas Dian. (nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya