Harga Ayam Ras dan Cabe Rawit Pengaruhi Inflasi Kalteng

Siaran pers Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Rabu (2/6), menyebutkan dua kota yang dipantau pihaknya menjadi tolok ukur terjadinya inflasi masing-masing Kota Palangka Raya inflasi 0,45 persen dan Kota Sampit 0,40 persen.

PALANGKA RAYA, KP — Pada bulan Mei lalu, Kalteng mengalami kenaikan indek harga konsumen (IHK) atau inflasi mencapai 0,43 persen, dipengaruhi harga ayam ras dan cabe rawit, serta naiknya angkutan udara, karena liburan hari raya Idul Fitri.

Dalam siaran pers Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Rabu (2/6), menyebutkan dua kota yang dipantau pihaknya menjadi tolok ukur terjadinya inflasi masing-masing Kota Palangka Raya inflasi 0,45 persen dan Kota Sampit 0,40 persen.

Baik di Palangka Raya maupun di Sampit KP mencatat harga ayam ras mencapai Rp 43-45 ribu per kg, padah di bulan April harga ayam ras hanya Rp 34 ribu per kg. Dan harga cabe rawit mencapai Rp 120-150 ribu per kg.

Diungkapkan dari 90 kota pantauan IHK nasional, 78 kota mengalami

inflasi dan 12 kota deflasi selama Mei 2021. Deflasi tertinggi terjadi di Timika (0,83 persen) dan inflasi tertinggi di Manokwari (1,82 persen). Palangka Raya menempati peringkat ke-23 kota inflasi, sedangkan Sampit menempati peringkat ke-29 kota inflasi.

Berita Lainnya
1 dari 564

Penyebab inflasi di Palangka Raya (0,45 persen) secara unum dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (1,00 persen), kelompok

perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,88 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (0,52 persen).

Penyebab inflasi di Sampit (0,40 persen) dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,85 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,50) dan kelompok pakaian dan alas kaki (0,34 persen).

Berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), Kalimantan Tengah mengalami inflasi (0,43 persen), laju inflasi tahun kalender (0,98 persen), dan tingkat inflasi tahun ke tahun (1,50 persen)

Selama Mei 2021, di Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,45 persen atau mengalami peningkatan indeks harga dari 105,70 (April 2021) menjadi 106,18 (Mei 2021). Inflasi ini terjadi karena peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (1,00 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,88 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (0,52 persen).

Inflasi tahun kalender (1,00 persen) terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (3,12 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (1,73 persen), serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (1,20 persen).

Inflasi tahun ke tahun (1,21 persen) terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (6,26 persen), kelompok kesehatan (2,54 persen), serta kelompok pakaian dan alas kaki (2,36 persen). (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya