Ibnu Sina – Arifin Diminta Tuntaskan Kawasan Kumuh dan Sanitasi

Banjarmasin, KP – Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin terpilih Ibnu Sina- Arifin Noor diminta untuk menjadikan kawasan kumuh dan sanitasi sebagai salah satu program skala prioritas dalam mengemban amanah melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ibukota provinsi Kalsel ini.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali mengemukakan, masih banyak persoalan yang mendesak segera dituntaskan oleh Pemko Banjarmasin agar kota ini nyaman untuk dihuni.

Dari sekian permasalahan perkotaan yang mendesak dituntaskan diantaranya penuntasan kawasan kumuh dan sanitas , kata Matnor Ali kepada, {KP} Senin (14/6/2021).

Menurutnya, program penuntasan penataan kawasan kumuh haruslah dijadikan skala prioritas karena pemerintah pusat telah menargetkan tingkat kekumuhan pada wilayah perkotaan di seluruh wilayah Indonesia maupun masalah sanitasi ditargetkan nol persen. Capaian ini diharapkan terealisasi tahun 2019 silam.

Ia mengemukakan, terkait permasalahan perkotaan ini sebelumnya sudah dijanjikan dituntaskan ketika periode 2015 – 2020 Ibnu Sina dan Hermansyah memimpin Banjarmasin

” PR atau pekerjaan rumah yang harus dituntaskan tersebut hanya dapat terlaksana dengan melakukan upaya peningkatan program pembangunan berbagai infrastruktur,”tandas Matnor Ali.

Berita Lainnya
1 dari 3.257

Unsur pimpinan dari Fraksi Partai Golkar ini mengemukakan, hampir separuh dari 52 kelurahan di Kota Banjarmasin hingga saat ini masih banyak terdapat kawasan kumuh mulai tergolong ringan, sedang hingga berat.

Menyadari masih banyaknya kawasan kumuh tersebut kata Matnor Ali melanjutkan , menuntut Pemko Banjarmasin melalui kepemimpinan Ibnu Sina-Arifin membuat program secara terencana dan berkelanjutan guna melakukan penataan terhadap perbaikan kualitas lingkungan.

Baik katanya , berupa tindakan atau program kegiatan yang sifatnya preventif dengan berupaya mengurangi dan menghambat bertambahnya lingkungan atau perumahan kumuh melalui tindakan kuratif dengan berupaya menanggulangi dan memecahkan persoalan-persoalan pemukiman kumuh baik secara fisik maupun sosial ekonomi masyarakat.

“Seperti digalakkannya terus program pemberdayaan penyehatan lingkungan kumuh melalui pembangunan rumah rusunawa atau rusunami , sanimas, serta melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL),” tandas Matnor Ali.

Sebelumnya mendesaknya program program untuk menuntaskan kawasan kumuh dan sanitasi tersebut juga diakui Ibnu Sina.

Menurut Ibnu Sina beberapa waktu lalu dari sejumlah isu nasional saat ini yang mendesak untuk segera dituntaskan diantaranya adalah soal penataan kawasan dan masalah sanitasi. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya