Masyarakat Mulai Lalai Terapkan Prokes

PANDEMI Covid-19 berlangsung hampir dua tahun, namun kasus Covid-19 di Banjarmasin belum menunjukan gejala mereda atau turun, walaupun sudah masuk zona orange.

Percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemko Banjarmasin tidak dibarengi dengan prilaku masyarakat, yang terkesan abai dengan penerapan protokol kesehatan.

Hal ini bisa dilihat pada aktivitas masyarakat, terutama di sejumlah pasar tradisional, dimana pedagang maupun pengunjung pasar tidak mengenakan masker ataupun menjaga jarak. Bahkan masker terlihat hanya sebagai aksesoris, karena ditaruh di leher, bukan digunakan untuk menutup hidup dan mulut.

Belum lama ini, juga terjadi kerumunan massa yang cukup parah hanya untuk mendapatkan barang dengan harga diskon besar-besar, sehingga masyarakat dari berbagai penjuru kota mendatangi ritel modern yang akan segera menutup operasional tokonya. Untungnya kerumunan massa ini bisa dihalau petugas, dengan menutup toko maupun membatasi orang yang masuk agar tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, HM Yamin mengatakan, Pemko Banjarmasin harus memperketat protokol kesehatan, karena penting untuk menekan penularan Covid-19.

“Pemko harus memperketat protokol kesehatan, karena belum sepenuhnya dipatuhi dan dilaksanakan masyarakat,” kata Yamin.

Hal ini diperlukan untuk menjaga kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan maupun menjaga jarak.

“Kelihatannya masyarakat sudah bosan dengan penerapan protokol kesehatan, sehingga mengabaikannya,” jelas politisi Partai Gerindra.

Padahal hal ini dilakukan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, agar tidak berlarut-larut, namun semakin lama justru diabaikan, sehingga mengancam peningkatan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 3.215

“Apalagi dalam waktu dekat akan dimulai pembelajaran tatap muka, namun masyarakat justru kurang disiplin dan abai untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19,” tegas Yamin. (marliyana)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menegaskan, Banjarmasin masih belum keluar dari ancaman penularan Covid-19, mengingat belum melewati masa kritis atas kasus warga yang terinfeksi virus yang menyerang jaringan pernafasan manusia tersebut. “Banjarmasin tidak bisa dikatakan bisa melewati fase itu,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa Kota Banjarmasin sudah mempunyai kemampuan dalam mengendalikan pandemi Covid-19. “Kita bisa klaim bahwa Banjarmasin berhasil dalam pengendalian Covid-19, karena bisa menahan lajunya kasus infeksi virus ini dibandingkan dengan wilayah lain,” katanya.

Pasalnya, saat ini kasus Covid-19 di wilayah lain cukup tinggi, seperti di Madura dan ibu kota provinsi lain. Sementara Kota Banjarmasin mampu mengendalikannya.

Berdasarkan akun Instagram resmi milik Dinkes Kota Banjarmasin, jumlah warga yang terinfeksi virus Corona di Kota Banjarmasin per Sabtu 12 Juni 2021 hanya sebanyak 81 kasus aktif, dengan rincian 25 orang isolasi mandiri dan 56 isolasi di rumah sakit.

Kemudian, case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19 pun juga menurun drastis. Hanya sebanyak 210 orang yang tercatat meninggal akibat Covid-19. “Untuk kesembuhannya pun juga sangat tinggi mencapai 8.842 orang,” jelasnya.

Ia mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari kerjasama Pemko, TNI-Polri dan kedisiplinan masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita semua konsisten mempertahankan bahkan meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan kemampuan penyembuhan yang ada maka kita bisa saja nol kasus di Banjarmasin,” tukasnya.

Tentu saja itu kata kuncinya. Bersama-sama untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan di semua kalangan. Jika tidak, bukan tidak mungkin pandemik ini akan tetap berlarut. (marliyana/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya