Pemko Banjarmasin Siapkan Konsep Wisata Virtual Ditengah Pandemi

Banjarmasin, KP -Seperti diketahui, ditengah pandemi Covid-19 yang melanda membuat sejumlah sektor pariwisata di Banjarmasin hingga saat ini masih belum bisa beroperasi secara umum seperti biasa.

Sudah hampir satu tahun kawasan wisata di Banjarmasin terpaksa ditutup karena menghindari kemungkinan terjadinya penularan Covid-19, hingga mengakibatkan cluster baru.

Namun Pemko Banjarmasin tidak kehabisan akal untuk terus menggiatkan pariwisata di Kota berjuluk Seribu Sungai ini.

Seperti yang sudah banyak dilakukan di kota-kota besar di pulau jawa, Banjarmasin juga akan menggiatkan kembali sektor pariwisata, namun dengan konsep virtual.

Untuk itu, Disbudpar Kota Banjarmasin menggelar Forum Group Discussion (FGD) guna mempersiapkan konsep Virtual Tourism di Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 3.204

Kegiatan FGD yang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Disbudpar Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo, juga ikut di hadir Kabid SDM Disbudpar, Ida Noorhaini, Kasi IT Bidang SDM, M Firmansyah. serta Tenaga Ahli Virtual Tourism Disbudpar Banjarmasin.

Joko Pitoyo, mengatakan bahwa tujuan digelarnya FGD dan dibentuknya virtual tourism ini, adalah untuk promosi pariwisata di Kota Banjarmasin dapat dilakukan secara virtual namun terasa melihat seperti kenyataan.

“Kegiatan hari ini adalah berkaitan dengan pembuatan virtual tourism di beberapa destinasi wisata diantaranya wisata religi, itu yang sedang kita laksanakan disini,” kata Joko.

Ia berharap, hasil dari kegiatan itu akan menjadi sarana prasarana bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam promosi kawasan kawasan atau destinasi wisata tersebut secara virtual.

“Anggapannya promosi nantinya orang tidak hanya bisa melihat pariwisata ini melalui virtual tapi juga merasakan berada di lokasi itu, terasa nyata,” pungkas Joko.

Adapun dari Tim Ahli Virtual Tourism Banjarmasin, Mansyur mengungkapkan dalam upaya untuk mengaplikasikan virtual tourism, terdapat 6 langkah yang meliputi concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution.

“Dalam pelaksanaannya tidak harus berurutan, namun tahapan konsep harus menjadi tahap yang pertama kali dikerjakan,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya