KOTA PADANG, Kalimantanpost.com – Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol menutup sementara lokasi latihan menembak personel TNI setelah insiden dugaan peluru “nyasar” yang mengenai dua warga sipil di kawasan Universitas Negeri Padang pada Selasa (2/6) sore.
“Jadi, sejak ada kejadian kemarin, saat ini tempat latihan tersebut kita tutup,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq di Kota Padang, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Kodam XX, peristiwa peluru nyasar atau salah arah bukan pertama kalinya terjadi di kawasan Universitas Negeri Padang.
Oleh karena itu, setelah adanya evaluasi, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Imam Bonjol memutuskan untuk menutup sementara lokasi latihan menembak tersebut.
Taufiq mengatakan penutupan dilakukan hingga tim internal menyatakan dan memastikan lokasi tersebut betul-betul aman untuk digunakan prajurit TNI, termasuk mencegah adanya potensi insiden peluru salah arah di kemudian hari.
Peristiwa dugaan peluru nyasar yang terjadi pada Selasa (2/6) sore mengenai kaki seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang. Selain itu, seorang laki-laki juga turut menjadi korban dalam insiden itu, tepatnya mengenai bagian tangan.
Pada saat kejadian, Taufiq membenarkan Satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan menembak. Namun, belum dapat dipastikan apakah sumber peluru tersebut berasal dari area latihan atau tidak.
Saat ini, tim investigasi dari internal TNI terus mengumpulkan data-data untuk menelusuri asal muasal peluru tersebut.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang, aparat Kodam Imam Bonjol juga meminta keterangan sejumlah orang di lokasi kejadian.
Kodam XX meminta masyarakat untuk memberikan waktu agar petugas bisa secepatnya mengungkap kasus peluru nyasar yang kemudian akan disampaikan kepada publik. (Ant/KPO-3)















