BI Nilai Perekonomian di Kalsel Mulai Menggeliat

Begitu juga dampak PPKM Ibukota sampai sekarang secara umum di Kalsel, belum begitu terasa dan pergerakan ekonomi khususnya di daerah masih tetap menggeliat

BANJARMASIN, KP – Data Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel pada triwulan kedua perekonomian di daerah ini menunjukan pergerakan yang cukup menjanjikan dibanding 2020. Karena itulah diharapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak diperpanjang di Kalsel lantaran status penyebaran virus corona (Covid-19) zona orange.

“Kebijakan ini sangat penting dalam mendorong pergerakan perekonomian di Kalsel, yang tentu saja harus didukung semua elemen masyarakat, karena tanpa dukungan seperti penyelenggaraan Vaksin, dalam menekan pertumbuhan angka Covid,’’ungkap Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan Amalison Sambiring kepada awak media, disela-sela penyerahan Sapi Kurban Badan Musyawarah Perbangkan Daerah (BMPD) Provinsi Kalsel, di Lantai VII Bank Kalsel, Jumat (16/07/2021).

Didampingi PLT Direktur Utama Bank Kalsel IGK Prasetyo, CEO Regional Kalimantan BSI Alhuda Djanis, Amalison Sambiring mengatakan kalau sampai akhir tahun perekonomian di Kalsel tahun 2020 minus 1,81 kini kondisi perekonomian Kalsel mulai bergerak dan hampir semua sektor sudah mulai membaik dari ekpor batubara, CPO, hotel, restoran dan semua dengan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Begitu juga dampak PPKM Ibukota sampai sekarang secara umum di Kalsel, belum begitu terasa dan pergerakan ekonomi khususnya di daerah masih tetap menggeliat, mengingat sampai sekarang dengan kondisi daerah yang masih orange perekonomian masih berjalan dengan cukup baik.

‘’BI akan terus mendorong dan membantu mendukung program pemerintah,namun semua tergantung masyarakat juga karena bagaimanapun jika warganya terus taat prokes dan sama-sama ingin menumbuhkan perekonomian tentu saja untuk memulihkannya akan lebih mudah,’’ucap Amalison Sambiring.

Terbukti riak-riak kecil termasuk berita hoak yang kini terus menyebar ke masyarakat tak mempengarihi kondisi perekonomian. Sebaliknya masyarakat di Kalsel justru akan membangun usaha UKM mereka sehingga diharapkan ekonomi Kalsel akan bangkit dan tak perlu waktu lama akan membaik.

Berita Lainnya
1 dari 868

Ditambahkan, bahwa Badan Musyawarah Perbangkan Daerah (BMPD) Provinsi Kalsel mendistribusikan tiga ekor sapi kurban dengan uang penyelanggara kurban sebesar Rp1 Juta rupiah masing-masing pelaksana. Hal ini diharapkan mendorong percepatan perbaikan ekonomi dengan membagikan daging kurban ke masyarakat kurang mampu.

Amanlinson mengatakan bantuan kurban tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tak dipungkiri berpengaruh besar.

Tak hanya bantuan sapi kurban, satu mushalla dan dua masjid ini juga menerima bantuan uang operasional pelaksanaan ibadah kurban masing-masing Rp 1 juta.

Selain Amanlinson, penyerahan bantuan juga dilakukan oleh para pengurus BMPD Kalsel lainnya, termasuk Sekretaris BMPD Kalsel yang juga Plt Direktur Utama Bank Kalsel, IGK Prasetya.

Bantuan sapi kurban diterima oleh masing-masing ketua pengurus masjid dan mushalla yang menerima bantuan yaitu Mushalla At Thahiriyah, Masjid Nurul Iman dan Masjid Hudaibiyah.

Tak hanya bantuan sapi kurban, satu mushalla dan dua masjid ini juga menerima bantuan uang operasional pelaksanaan ibadah kurban masing-masing Rp 1 juta.

Amanlinson mengatakan bantuan kurban tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tak dipungkiri berpengaruh besar terhadap kemapuan ekonomi banyak masyarakat.

“Ya ini adalah bagian dari kegiatan Bidang Kerohanian BMPD yang dibawahi Pak IGK Prasetya untuk berbagi kepada masyarakat di momen Idul Adha ini,” katanya. (vin/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya