Dulu Becek, Kini Penuh Lukisan Instagramable

Banjarmasin, KP – Kondisi jalan Komplek A Yani 1, Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin terlihat berbeda dari jalanan komplek bisa.

Pasalnya, diatas jalanan kompleks tersebut terlihat lukisan-lukisan instagramable atau kekinian.

Mulai pintu gerbang masuk RT. 22, terlihat berbagai lukisan warna-warni di sepanjang jalan yang dicor semen. Diantaranya perahu tiga dimensi, bunga-bunga, tokoh kartun, permainan tradisional dan emoticon.

Tepatnya di jalan Komplek A Yani 1, RT22, RW 01, Jalur Anggrek, Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Tak sampai disitu, lingkungan di sepanjang jalan tersebut juga terlihat bersih tanpa ada sampah satupun.

Hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Balai Kota Banjarmasin, kawasan permukiman yang unik ini patut dicontoh.

Dari penjelasan Ketua RT 22, Sri Wahyuningsih, corak warna-warni yang ada di jalanan Komplek A Yani 1 tersebut bukan berasal dari sponsor. Namun kreativitas ini murni berasal dari warga setempat. Mulai dari kerja bakti hingga membeli bahan cat secara urunan untuk melukis badan jalan.

“Semua ini warga yang mengerjakan. Mulai dari beli cat, melukis dan mengecat pun kami semua mengerjakan secara gotong royong. Kalau dihitung-hitung Rp 2 juta lebih sudah habis warga patungan,” ucapnya saat ditemui awak media, Jumat (23/07) siang.

Ia menceritakan, lukisan ini sudah dikerjakan sejak sepekan lalu. Mulanya, RT. 22 mewakili kelurahan Pengambangan untuk mengikuti lomba kebersihan yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 3.548

Hasilnya, RT. 22 terpilih masuk dalam 10 besar dan lanjut tahap berikutnya. Karena itu, warga pun lebih berkreatifitas membuat berbagai hiasan.

Bahkan, selain jalur Anggrek, warga juga berkeinginan memperluas hingga ke jalur Melati dan Aster.

“Kita kerjakan sedikit demi sedikit. Karena sambil nunggu pendanaanya juga. Rencananya dinding depan pintu gerbang itu akan kita lukis dan atas jalan kita kasih lampu-lampu hias,” papar Ibu yang akrab disapa Yuyun itu.

Saat ditanya soal kendala atau kesulitan yang dialami warga selama proses pelukisan. Yuyun kembali ke soal pendanaan yang diperlukan cat khusus untuk di atas jalan semen.

Selain itu juga faktor cuaca, yang mempengaruhi kinerja warga.

“Cat yang dipakai ini khusus dan mahal. Jadi warga inisiatif sendiri mengoplos warnanya untuk meminimalisir pengeluaran. Makanya sangat berharap adanya bantuan dan sponsor. Faktor hujan juga mempengaruhi. Sempat dua hari tidak bisa mengerjakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sudarmaji, salah seorang warga RT. 22 yang juga sesepuh di wilayah tersebut, mengaku sangat bersyukur dengan inisiatif warga.

“Alhamdulillah setelah Ketua RT yang baru ini ada kemajuan. Karena yang dulu-dulunya kurang ada gregetnya,” tandasnya.

Lebih jauh, pria berusia 80 tahun itu menceritakan, bagaimana kondisi wilayahnya dulu. Di mana dulunya, jalan di RR. 22 ini hanya berupa tanah dan sangat kotor.

Namun setelah jalan dicor semen, warga pun berinisiatif memperindah lingkungan sekitar. Yakni dengan melukis jalanan, ditambah tanaman hiasan di depan rumah-rumah warga.

“Sejak tahun 80-an saya sudah tinggal disini. Dulunya disini becek dan kotor. Namun sekarang sudah jauh lebih baik,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya