Kabah Wilda, Inovasi Pertanian HSS Memanfaatkan Kayapu 

Kandangan, KP – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry mempresentasikan inovasi Kabah Wilda, Selasa (13/7/2021) siang secara daring dari Ruang Media Center Setda.

Presentasi didengarkan Tim Panelis Independen (TPI) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Kabah Wilda telah masuk dalam top 99 inovasi, dan akan bersaing menuju top 45 inovasi.

Inovasi bernama Kabah Wilda melalui Dinas Pertanian Kabupaten HSS itu, merupakan akronim dari kayapu membawa berkah untuk Wilayah Daha.

Bupati HSS Achmad Fikry menjelaskan, inovasi Kabah Wilda adalah pemanfaatan tanaman liar yang tumbuh dan berkembang di lahan rawa lebak, yaitu ‘kayapu’ yang banyak terdapat tumbuh di wilayah Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat.

Kayapu diaplikasikan sebagai mulsa alami, yang bisa menghambat atau menekan pertumbuhan tanaman gulma, menjaga kelembaban tanah dan juga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.

Kayapu juga bermanfaat sebagai bahan pupuk organik saat pelapukannya.

Berita Lainnya
1 dari 533

“Dari segi efesiensi anggaran, biaya produksinya akan sangat terasa signifikan makin berkurang, karena untuk biaya pembersihan lahan sangat berkurang,” ungkap Achmad Fikry.

Menggunakan inovasi itu, biaya produksi pertanian dilalkulasilan hanya Rp 874 ribu per hektar. Sedangkan biaya tanpa kayapu itu, sekitar Rp 4,048 juta per hektar. Sehingga ada efisiensi sebesar Rp 3,2 juta.

Bahkan tambahnya, pemanfaatan kayapu itu sangat ramah lingkungan. Sehingga sejalan dengan tujuan untuk menghasilkan pertanian organik, yang tidak tergantung dengan pupuk kimia.

Inovasi Kabah Wilda sudah diaplikasikan Kelompok Tani (Poktan) Bawah Pulantan, Kecamatan Daha Utara. 

Ketua Poktan Bawah Pulantan, Mahfuz mengakui, menggunakan kayapu itu terbukti dapat menurunkan biaya produksi yang signifikan.

“Kita sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten HSS yang sudah mendukung, memfasilitasi dan mendorong kami dengan inovasi yang sudah kami terapkan ini. Kami sangat yakin ini akan bisa membantu pertanian kita, terlebih ini juga dilakukan semuanya dengan organik,” tuturnya.

Presentasi itu, Bupati HSS didampingi Sekretaris Daerah Muhammad Noor, Kepala Dinas Pertanian Muhammad Noor, Kepala Bappelitbangda M Arliyan Syahrial, Kabag Organisasi Auliya Sofi Azmi, serta Kabag Prokopim Setda Ika Aguspiannor. (tor/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya