Komisi IV Minta Sekolah Buat Buku Saku SOP Prokes

Batulicin, KP – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin meminta sekolah membuat buku saku standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan (prokes) bagi siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).


“Jadi untuk PTM, sekolah harus membuat buku saku SOP prokes agar bisa dipatuhi siswa,” kata Lutfi Saifuddin, yang belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.


Selain berisi SOP prokes, buku saku tersebut juga berisi kolom riwayat kesehatan dan monitoring mobilitas siswa di luar sekolah. Karena, ini penting untuk memastikan siswa agar tidak terpapar Covid-19 di luar sekolah.


“Sia-sia jika hanya patuh prokes di sekolah, namun ketika di luar sekolah malah melanggar prokes,” jelas politisi Partai Gerindra.


Untuk memastikan kebenaran dari data yang dimasukan oleh siswa, kolom monitoring di buku saku tersebut harus diverifikasi atau ditanda tangani oleh wali siswanya masing-masing di rumah.


“Dalam buku saku tersebut juga harus diberikan informasi gejala-gejala covid-19 dan hotline gugus tugas Covid-19, rumah sakit terdekat yang dapat dihubungi agar memudahkan dan mempercepat penanganan,” tambah Lutfi Saifuddin.


Kepala SMA Negeri 1 Angsana, H Amrullah mengatakan, SMA Negeri 1 Angsana sudah siap untuk melaksanakan PTM, yang didukung para wali siswa, dimana dari hasil angket pada Mei lalu, 95,92 persen wali siswa mendukung PTM.

Berita Lainnya
1 dari 1.870


“95,92 persen wali siswa mendukung pelaksanaan PTM,” kata Amrullah didampingi dewan guru, kartawan dan perwakilan pengurus OSIS setempat.


Amrullah menambahkan, pihaknya juga sudah membuat booklet tentang panduan PTM di SMAN 1 Angsana yang disusun oleh tim Satgas Covid-19 sekolah.


“Ini sehakan dengan harapkan Komisi IV, tinggal disempurnakan lagi menjadi buku saku,” tambahnya.


Amrullah juga menyiapkan segala sesuatunya demi menunjang persiapan PTM di sekolah, mulai menempatkan handsanitizer di setiap ruangan, mengatur tata letak, arus pergerakan siswa yang masing-masing kelas dipisah sehingga meminimalisir kerumunan, sistem jam pelajaran dan menyiapkan tempat isolasi sementara bagi siswa yang suhu tubuhnya di atas batas wajar.

“Para guru dan karyawan seluruhnya sudah divaksin,” tambahnya.


Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi mengapresiasi persiapan yang dilakukan sekolah, karena dari sekian sekolah yang dimonitor, SMAN 1 Angsana termasuk yang paling baik dari segi persiapannya.


“Tinggal bagaimana penerapannya dan diharapkan evaluasi berkala untuk memantau ketercapaian penerapan SOP yang tidak hanya harus dipatuhi oleh siswa, namun juga seluruh warga SMAN 1,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Sedangkan siswa SMAN 1 Angsana, Fitrianor mengaku sangat kesulitan melaksanakan pembelajaran secara daring selama setahun terakhir, karena jaringan dan harus bergantian dengan tiga adiknya untuk menggunakan ponsel pintar.


“Saya menantikan PTM dimulai, mengingat pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan daring,” katanya.


Selain pelajaran akademik, sosialisasi dan organisasi merupakan pembelajaran tidak langsung yang didapatnya di sekolah yang berguna ketika lulus nanti. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya