Pemko Akui Tak Lagi Ada Bantuan Vitamin dan APD

Banjarmasin, KP – Keluhan petugas pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang mengaku tak ada lagi bantuan vitamin dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19 membuat Pemko angkat bicara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, memang benar, petugas pemakaman sudah tak lagi memakai APD dalam prosesi pemakaman jenazah Covid-19.

Ia menyebut, memang di awal-awal Covid-19 para petugas penggali kubur sempat menggunakan baju hazmat. Namun sejak beberapa minggu terakhir, memang sudah tidak mengenakan lagi.

“Nanti kita pintakan lagi ke Dinkes untuk sekitar 5 orang petugas pemakaman yang ada di sana,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota, Jumat (30/07) siang.

Lantas, bagaimana dengan bantuan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh petugas pemakaman? Mengingat mereka adalah orang yang bersentuhan langsung dengan peti jenazah saat memasukkan ke dalam liang lahat.

Terkait hal itu, pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin itu juga mengakui bahwa pihaknya akan mengkoordinasikan kembali dengan Dinas Kesehatan setempat

Berita Lainnya
1 dari 3.592

“Begitu juga di suplemen. Akan kita hitung lagi berapa keperluannya. Karena kalau kebanyakan tapi tidak dipakai juga sayang,” ucapnya.

Mukhyar membeberkan, bahwa Pemko memberikan gaji kepada petugas pemelihara TPU. Meskipun diakuinya ada saja dari pihak keluarga yang memberi tambahan untuk upah menggali kubur.

“Mereka digaji Rp1,8 juta perbulan. Tapi itu untuk pemeliharaan belum termasuk pemulasaran. Makanya harus dipikirkan lagi ke depan dengan Dinkes. Selama ini memang belum pernah dapat. Namun tidak ada keluhan juga dari mereka karena bagian dari ibadah,” pungkasnya.

Mukhyar menjelaskan, bahwa di awal-awal pandemi petugas di TPU kerap menggali kubur sampai empat lubang dalam sehari.

Namun sekarang sudah berkurang, seiring dengan banyaknya pihak keluarga yang menguburkan di alkah pribadi atau keluarga.

“Meski angka kematian sekarang tinggi, tapi pihak keluarga bisa memilih membawa jenazah ke alkah sendiri. Kalau disitu semua, tidak bisa menampung lahan yang disediakan. Apalagi lahan itu tidak hanya untuk jenazah Covid-19. Namun juga untuk warga muslimin yang kurang mampu,” paparnya.

Saat ditanya berapa kapasitas keseluruhan lahan makam milik Pemko Banjarmasin yang berlokasi di Jalan A Yani KM 22, Banjarbaru itu. Mukhyar mengklaim lahan tersebut masih mampu menampung banyak jenazah.

“Sekarang memang sudah ada sekitar 300 makam untuk pasien Covid-19. Tapi diperkirakan masih mampu menampung sampai 1.000 lagi,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya