900 Warga Binaan Lapas Kelas II B Banjarbaru Dapat Remisi

Banjarbaru, KP – Pada Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76, 900 Narapidana Lapas Kelas II B Banjarbaru mendapat potongan masa tahanan (remisi). Pemberian remisi kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana kali ini pemberian remisi dilaksanakan secara hybrid, langsung di Lapas Banjarbaru dan secara virtual se Indonesia dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoli.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Banjarbaru, Amico Balalembang, menjelaskan sesuai dengan usulan pihaknya ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, ada 900 orang yang diajukan remisi dari total sebanyak 1.900 narapidana di Lapas Banjarbaru.

“Puji syukur usulan kami disetujui semua, jadi 900 orang warga binaan dapat remisi. Dimana ada juga Warga Binaan yang langsung bebas (RU2) ada 28 orang. Tapi 14 orang masih menjalani pidana denda, jadi yang langsung bebas ada 14 orang saja,” kata Amico, Selasa (17/8/2021).

Dari 900 narapidana yang mendapat remisi terdiri dari berbagai kasus, mulai dari narkotika sampai dengan pidana umum.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan Tejo Harwanto mengatakan remisi umum merupakan bentuk nyata Negara hadir bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Yang mana pada momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia, negara hadir bagi Warga Binaan untuk memberikan pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada Narapidana dan Anak yang berkonflik dengan hukum sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Diharapkan para penerimaan RU II atau remisi bebas kepada warga binaan dapat memberikan manfaat dan kesadaran warga binaan, untuk tidak mengulangi kesalahan dengan melanggar hukum, terutama ditengah masa Pandemi Covid-19.

Sementara itu, salah satu warga binaan di Lapas Kelas II B Banjarbaru yang mendapat remisi bebas Yulianto mengaku bersyukur mendapat remisi bebas langsung ini. Ia mengaku sangat bahagia bisa memperbaiki diri dan akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarga di rumah. Yulianto merupakan salah satu dari 14 narapidana yang bisa langsung pulang ke rumah. (dev/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya