Dialihkan ke Jembatan HKSN, Revitalisasi Sungai Belasung Tertunda Lagi

Banjarmasin, KP – Proyek revitalisasi Sungai Belasung yang sudah ditunggu-tunggu realisasinya kini terpaksa harus kembali tersendat.

Padahal pada 2020 lalu Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah merealisasikan anggaran untuk upaya revitalisasi sungai tersebut. Namun sayangnya di tahun itu anggaran proyek tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Kondisi serupa rupanya kembali terjadi di tahun 2021 ini. Alhasil, proyek revitalisasi sungai yang ada di Kecamatan Banjarmasin Tengah itu dipastikan kembali tidak bisa terealisasi.

Kepala Bidang (Kabid) Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony menjelaskan, anggaran revitalisasi Sungai Belasung dialihkan ke pembangunan Jembatan HKSN, Jl. Kuin Utara, Kelurahan Kuin Utara.

Tidak tanggung-tanggung, ia membeberkan, anggaran yang dialokasikan dari bidang sungai untuk revitalisasi Sungai Belasung itu dialihkan sebesar kurang lebih 50 persen.

“Anggaran kami dipangkas sekitar 12 M untuk revitalisasi sungai Belasung ini. Dialihkan ke jembatan HKSN, karena jembatan itu harus selesai di tahun ini juga,” ungkap pria yang biasa disapa Thony itu.

Berita Lainnya
1 dari 3.587

Karenanya Thony pun berharap agar revitalisasi sungai akan dianggarkan kembali di tahun 2022 mendatang. “Insyaallah tahun depan dianggarkan lagi. Kalau masuk di anggaran perubahan terlalu riskan,”ungkapnya.

Sebelumnya, Thony memaparkan, anggaran untuk revitalisasi Sungai Belasung ini mencapai Rp 5 miliar. Namun sampai saat ini, upaya pengembalian fungsi sungai yang mengalir dari Balai Kota Banjarmasin sampai dengan rumah dinas Kapolda Kalsel ini hanya di sebagian saja yakni di samping Balai Kota.

Karenanya, ia ingin revitalisasi Sungai Belasung bakal bisa dikerjakan sampai ke samping rumah Kapolda Kalsel. “Kalau Belasung itu, kami inginnya sampai ke belakang rumah Kapolda itu, sampai ke belakang Kantor DPRD Provinsi, supaya ada perubahan lah disitu,” tuturnya.

Kedepannya pihaknya juga merancang revitalisasi sungai yang lain seperti sungai di kawasan Kelayan dan Pekapuran mengingat Banjir tahun lalu kedua sungai tersebut tidak lancar aliran airnya.

“Karena dua itu kuncinya, saat kami evaluasi dari banjir kemarin. Tapi saat ini tidak bisa dulu, karena masih fokus dengan sungai yang belum direvitalisasi dulu,”pungkasnya.

Upaya normalisasi dan revitalisasi sungai gencar dijalankan Pemerintah Kota Banjarmasin. Apalagi sejak musibah banjir yang cukup memukul masyarakat dan Pemko Banjarmasin di awal tahun 2021 lalu. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya