DPRD Tapin Monitoring RSUD Datu Sanggul Rantau dan Isolasi Terpusat

Rantau, KP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tapin melakukan monitoring ke Rumah Sakit Umum Daerah Datu Sanggul Rantau dan Tempat Isolasi Terpusat Covid 19 di SKB Bay Pas Rantau. Kamis (5/8/2021) tadi.

Monitoring langsung di pimpin oleh Ketua DPRD Tapin H Yamani didampingi Ketua Komisi II DPRD Tapin Wahyu Nugroho Ranoro beserta anggotanya dan kedatangannya langsung di sambut Deriktur RSUD Datu Sanggul Rantau dr Milhan SPoG dan jajarannya.

Para wakil rakyat ini melihat langsung ruang tempat pelayanan pasien covid 19 dan menanyakan kepada tenaga medis yang menangani pasien covid 19 serta ketersediaan oksigen di rumah sakit dan langsung di damping Deriktur RSUD Datu Sanggul Rantau.

Ketua DPRD Kabupaten Tapin, H Yamani mengatakan, monitoring ini kami lakukan sebagai upaya menindaklanjuti adanya respon terjadinya lonjakan  kasus covid 19 di Kabupaten Tapin di RSUD Datu Sanggul Rantau.

“Kami melakukan monitoring langsung berkaitan kasus covid19 di Tapin mengalami peningkatan yang berobat di RSUD Datu Sanggul Rantau,“ ungkap Ketua H Yamani usai melakukan kunjungan.

Oleh karenanya kami bersama komisi II yang membidanginya bisa melihat langsung bagaimana penanganannya, ketersedian tempat tidur, obat obatan serta kebutuhan oksigen, namun setelah melihat secara langsung, alhamdulillah tempat isolasi di  RSUD Datu Sanggul Rantau  dan isolasi terpusat covid 19 SKB Bay Pas Rantau siap menerima pasien covid 19.

Berita Lainnya

Pengelolaan SPAN Lapor Tapin terbaik

1 dari 286

Pihak rumah sakit telah menambah tempat tidur dari ruang shafa digunakan tambahan untuk pasien covid 19 kemudian juga menggunakan tempat Isolasi terpusat Covid 19 di SKB Bay Pass Rantau untuk pasien yang terkonfirmasi positif covid 19 yang tanpa gejala.

Hanya saja yang masih kekurangan yakni kebutuhan oksigen, hal itu semua sama merata di seluruh Kab Kota Se Kalsel juga kekuruangan pasokan oksigen, dikarenakan kasus covid 19 meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga meningkat begitu pula di daeah kita.

“Memang oksigen ini hampir menjadi kelurangan semua Rumah Sakit di Kalsel. Karena penggunaan oksigen ini tidak hanya untuk pasien Covid-19 tetapi pasien tanpa gejala covid-19 juga memerlukan oksigen,“ Katanya.

Sementara Deriktur RSUD Datu Sanggul Rantau dr Milhan,  mengatakan kesiapan RSUD Datu Sanggul Rantau dalam menghadapi lonjakan kasus covid 19 sudah diantisipasi semaksimal mungkin dengan ruang yang ada di rumah sakit.

“Rumah sakit datu Sanggul Rantau menyiapkan ruang isolasi bagi pasien covid 19 dari 20 ruang tempat tidur menjadi 40 ruang tempat tidur, kemudian juga ditambah ruang isolasi di SKB Bay Pas Rantau sebanyak 13 ruang,“ ujarnya.

Terkait oksigen memang masih kekurangan, namun merata di seluruh kabupaten kota se kalsel kekurangan oksigen dan kita sudah meminta kepada pemerintah provinsi kalsel untuk bisa mendrop oksigen lebih banyak lagi disaat terjaidnya lonjakan kasus covid 19. 

Usia memonitoring pihak DPRD Tapin menggelar pertemuan dengan Satgas Covid 19 Tapin dan RSUD Datu Sanggul Rantau untuk melakukan dengar pendapat penanganan covid 19 di Tapin dan antispasi yang menjadi kekurangan. (abd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya