Hanya Lalin Cemara Ujung yang Dikembalikan

Banjarmasin, KP – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin berencana mengembalikan arus lalu lintas (lalin) di kawasan Jalan Cemara Ujung, Banjarmasin seperti semula.

Sehingga, ruas jalan sebelumnya yang hanya digunakan untuk satu lajur menuju jembatan Alalak 2 itu akan dikembalikan menjadi dua arah.

Kepala Bidang (Kabid) Lalin, Dishub Kota Banjarmasin, Slamet Begjo mengatakan, hal tersebut dikarenakan proyek jembatan Alalak 1 yang hampir rampung dikerjakan.

“Kalau itu (jembatan Alalak 1) selesai, arus lalu lintas bakal terkonsentrasi disana. Jadi Alalak 2 hanya menjadi alternatif saja makanya arus lalu lintas di Jalan Cemara Ujung dikembalikan seperti awal,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Selasa (31/08) siang.

Lantas, bagaimana dengan nasib lalu lintas di ruas jalan lain yang terdampak pembangunan Jembatan Alalak 1 seperti Jalan Cemara Raya dan Jalan Adhyaksa?

Terkait hal itu, Slamet menjelaskan bahwa rencana pengembalian arus lalin ternyata hanya dilakukan untuk di Jalan Cemara Ujung saja.

“Cemara Raya dan Adhyaksa tetap satu arah,” ucapnya

Slamet melanjutkan, arus lalu lintas di Bundaran Kayutangi atau Bundaran Jukung juga masih ditutup di salah satu sisinya.

“Bundaran kayutangi itu menjadi dampak ikutan dari manajemen rekayasa di ruas Jalan Adhyaksa. Tidak ada ada perubahan. Hanya di Cemara Ujung yang dikembalikan,” ujarnya.

Saat ditanya kapan rencana perubahan arus lalu lintas tersebut mulai dijalankan, Slamet menjelaskan bahwa rencana tersebut akan dilakukan sejak jembatan Alalak 1 resmi dibuka untuk digunakan sebagai fasilitas penyeberangan.

“Dari informasi pertengah september (penggunaan jembatan Alalak 1) selesai. Nanti akan kita rapatkan di forum LLAJ Kota Banjarmasin terkait bagaimana pola lalu lintas yang pas untuk diterapkan,” imbuhnya.

Meski arus lalu lintas di kawasan Cemara Ujung kembali normal, Slamet mengatakan pihaknya tetap meletakkan portal pembatas ketinggian kendaraan bermotor di Jembatan Alalak 2.

“Untuk portal di Jembatan Alalak 2 masih perlu digunakan sebagai bentuk safety untuk membatasi dimensi kendaraan. Karena tingginya sebuah kendaraan menggambarkan beban yang dibawa,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga bakal tetap meletakkan petugas Dishub untuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut.

“Petugas kita juga tetap berjaga dan memonitor ruas jalan disana apalagi waktu pertama kali dibuka nanti. Dibantu dengan teman-teman Satlantas,” pungkasnya

“Rencananya seperti itu, tapi nanti kita lihat hasil rapat forum LLAJ. Pada intinya tentu tujuannya untuk kelancaran lalu lintas. Yaa kita berharap setelah jembatan ini dibuka, kondisi lalu lintas semakin lancar karena sudah terbagi,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya