Kades Tegalrejo Divonis 16 Bulan Penjara

Banjarmasin , KP – Mantan Kepala Desa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru, Afid Kuddin yang didakwa melakukan tindakan pungutan liar di desanya divonis selama 16 bulan penjara.

Vonis itu disampaikan Ketua Majelis Hakim perkara tersebut, Sutisna Sarasti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Senin (9/8).

Selain itu, terdakwa juga dibebani pidana denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan badan.

Dalam putusan tersebut majelis sendapat dengan JPU Syaiful Bahri dari Kejaksaan Negeri Kotabaru, kalau terdakwa secara meyakinkan terbukti melanggar pasal 3 UURI No 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP..

Sebelumnya JPU Syaiful Bahri SH telah menuntut terdakwa selama 2 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan.

Atas vonis majelis hakim, terdakwa yang berada di Lapas Kotabaru dan mengikuti sidang melalui virtual menyatakan menerimanya.

Berita Lainnya

Pembagian Nasi Bungkus Polsekta Banjarmasin Barat

Duda Ditemukan Tewas Membengkak

1 dari 1.497

Menurut dakwaan JPU terdakwa telah melakukan pungli yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan perhitungan BPKP Propinsi Kalsel sebesar Rp114.372.000 per laporan hasil audit investigasi tanggal 29 Maret 2021 atau selama menjabat Kades dari bulan Agustus 2017 sampai Pebruari 2021 sebesar Rp409.833.000.

Terdakwa melakuan pungutan di pasar Sukorame di Desa Tegalrejo yang tanahnya milik atau aset Pemkab Kotabaru sejak dia mulai menjabat. Yakni sejak Agustus 2017 sampai Pebruari 2021. Padahal tidak ada aturan dasar hukum baik dari Pemkab Kotabaru maupun peraturan desa Tegalrejo masalah pungutan ini.

Dalam melakukan aksinya, Afid dibantu oleh saksi Hari Purwanto, Wiji Lestari dan Sutikno.

Dimana para saksi diberi upah berbeda besarannya, seperti Hari Purwanto yang melakukan pungutan didepan gedung serbaguna pasar Sukorame

mendapat Rp300.000 perbulannya. Kemudian Wiji Lestari yang memungut disekitar lapangam 11 Maret diberi upah Rp200.000 perbulan serta dan Sutikno yang melakukan pungutan di sekitar Pasar Sukorame mendapat upah Rp100.000 perminggunya.

Total pungutan perbulan terkumpul sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta.

Uang tersebut digunakan untuk tambahan penghasilan kepala desa, sekretaris desa, kaur dan kasi di pemerintahan desa tegalrejo. Serta bayar semua operasional kantor desa. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya