Rasa Nervous Hantui Fitri Saat Ditunjuk Jadi Pembawa Baki Bendera

Banjarmasin, KP – Bukan hal yang mudah untuk tampil di depan ratusan pasang mata. Apalagi di tengah rasa gugup dan kaget ketika ditunjuk sebagai petugas pembawa baki bendera.

Alhasil rasa nervous pun langsung menghantui benak Fitri Aulia Rahmah. Pasalnya remaja dengan sapaan Akrab Fitri itu baru ditunjuk oleh pelatih sebagai petugas pembawa Baki Bendera Sang Merah Putih di Upacara Kemerdekaan RI ke-76 di Balai Kota Banjarmasin lima menit sebelum kegiatan upacara dimulai.

Bukan tanpa alasan, rasa gugup yang timbul itu lantaran semua mata tertuju pada siswi kelas XI di SMAN 11 Banjarmasin itu.

Apalagi saat dia keluar dari barisan Paskibraka, maju, kemudian naik ke atas mimbar utama untuk mengambil bendera yang akan dikibarkan dari Tangan Wali Kota Banjarmasin yang saat itu menjadi Inspektur Upacara.

Selanjutnya Fitri pun bersama paskibraka membawa bendera menuju tiang untuk pengibaran bendera hingga selesai.Hal itu diakui Fitri saat dibincangi awak media usai menjalankan tugasnya di halaman Balai Kota.

“Sempat gugup juga. Tapi kata pelatih tarik nafas dan rileks seperti latihan,” ungkapnya menceritakan.

Berita Lainnya
1 dari 3.570

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Zainudin-Mariani itu mengaku sudah melakukan persiapan kurang lebih satu bulan terakhir.

“Satu bulan persiapan dengan ikut berlatih, dan kebetulan saya dipilih menjadi pembawa baki. Tentu merasa senang dan bangga juga,” ucapnya.

Lantas, mengapa Fitri tiba-tiba langsung ditunjuk sebagai petugas Pembawa Baki Bendera?

Terkait hal itu Pelatih Paskibraka Banjarmasin, Aiptu Leni Mariani menjelaskan, bahwa penunjukkan pembawa baki memang dilakukan lima menit sebelum upacara dimulai.

“Semua harus siap menjadi pembawa baki. Jadi lima menit sebelum upacara baru kita umumkan siapa yang ditunjuk membawa baki,” kata Kanit Provost Polsekta Banjarmasin Timur ini.

Pasalnya, ia melanjutkan, seluruh siswa Paskibraka sudah dilatih rata semuanya dan harus siap ditunjuk sebagai apa nanti sewaktu pelaksanaan upacara kemerdekaan.

“Sudah satu bulan latihan dan kami (para pelatih) bisa melihat masing-masing kemampuan mereka. Siapa yang paling kuat tangan dan kakinya, karena tugas ini tidak mudah,” tuntasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya