Waspada! Varian Delta Terdeteksi di Kalsel

Banjarmasin, KP – Warga Kalimantan Selatan patut waspada. Pasalnya, virus Corona varian Delta sudah teridentifikasi masuk ke Bumi Antasari ini.

Anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin membeberkan, temuan tersebut berdasarkan hasil laporan mingguan penanganan Covid-19 per 20 hingga 30 Juli 2021 dari Badan Litbangkes, Pusdatin dan Paskhas Kementerian Kesehatan RI.

Laporan tersebut menyebutkan hasil sekuensing virus SARS-CoV-2 dari 510 kasus konfirmasi di Indonesia pada minggu epidemiologi ke-30 ditemukan 165 kasus varian Delta atau 32,35%.

Daerah baru yang resmi dijamah varian Delta pada minggu tersebut adalah Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat.

Khusus Kalsel dari jumlah varian Delta yang ditemukan adalah satu dari total 50 sekuens per 30 Juli.

“Temuan Litbangkes ini menguatkan dugaan sebelumnya bahwa Gelombang Ketiga Covid-19 Kalsel terjadi akibat adanya peran aktor dari varian Delta.

Lantas seberapa berbahayakah varian mutasi dari India dengan garis turunan B.1.617.2 ini?

Terkait hal itu, Hidayatullah menjelaskan, bahwa varian ini oleh WHO dimasukkan sebagai Variants of Concern (VOC) karena lebih berbahaya.

Varian ini memiliki kecepatan penularan lebih tinggi 60 persen dari varian Alpha Inggris, dua kali lebih besar risiko penderita masuk rumah sakit.

Selain itu, varian Delta ini juga dapat menurunkan efektivitas vaksin dan munculnya kasus reinfeksi.

Berita Lainnya
1 dari 3.592

“Karakteristik varian Delta inilah yang identik dengan cepatnya pertumbuhan kasus di Kalsel dari bulan Juli tadi yang menyebabkan lonjakan pasien Covid-19 di rumah sakit,” tukasnya saat dihubungi awak media melalui pesan singkat, Kamis (5/8) siang.

Pasalnya, dari data yang ia dapatkan, dalam bulan Juli jumlah kasus bertambah sebanyak 11.925 kasus konfirmasi dan 285 orang meninggal dunia.

Kasus konfirmasi di bulan Juli tersebut naik 9,1 kali lipat dibandingkan bulan Juni sedangkan kasus kematian melonjak 5,6 kali lipat.

Kendati demikian, ia masih belum membeberkan secara gamblang Covid varian Delta ini terdeteksi dimana.

“Tapi, dengan adanya rilis resmi dari Litbangkes Kementerian Kesehatan mengenai ditemukannya varian Delta di Kalimantan Selatan tersebut, maka ini menjadi pelecut kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan penularannya,” himbaunya.

Menurutnya, semua pihak memiliki peran penting dalam penanganan pandemi Covid-19. Untuk pemerintah, ia berharap agar pemangku kebijakan mampu membuat strategi kebijakan yang tepat, cepat dan implementatif dan partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilannya.

“Kita harus menurunkan mobilitas penduduk secara signifikan dan menaikkan penerapan protokol kesehatan agar kasus penularan dapat diturunkan,” tekannya.

Jika varian Delta memiliki kecepatan penularan yang lebih tinggi, Muttaqin kembali meminta agar pemerintah perlu menghindari adanya kerumunan.

“Termasuk kegiatan vaksinasi yang perlu dirancang secara lebih baik kedepannya agar potensi kerumunan dapat dimitigasi,” pintanya

Selain itu, ia juga meminta Pemerintah agar terus meningkatkan strategi 3T (testing, tracing dan treatment) dalam rangka menemukan secepat-cepatnya dan sebanyak-banyak warga yang telah terinfeksi Covid-19 untuk diisolasi.

“Sedangkan yang bergejala berat atau memiliki komorbid dan berusia lanjut perlu segera mendapatkan treatment yang benar di rumah sakit,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya