Kesampingkan Mural, Hanya Fokus dengan PPKM

Banjarmasin, KP – Mural sindiran yang kian bermunculan di Kota Banjarmasin, diantaranya yang terlukis di simpang Jalan S Parman dan tembok beton di Jalan RE Martadinata Banjarmasin ditanggapi santai oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Berbeda dengan mural sebelumnya yang pertama kali muncul langsung dihapus oleh aparat penegak Perda di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu.

Menyikapi itu, Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Akhmad Muzaiyin mengatakan, tidak akan menindak atau menghapus mural-mural tersebut.

“Satpol PP Sekarang fokus kepada pelaksanaan PPKM. Untuk mural sementara ini memang tidak ada tindakan,” ungkapnya saat ditemui awak media di Balai Kota Banjarmasin.

Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukan lahtaran ada arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bahwa pemerintah itu tidak boleh bersifat anti kritik. Termasuk dengan mural.

Berita Lainnya
1 dari 2

Meski begitu, pihaknya juga tetap memperhatikan jika ada mural yang sifatnya cukup sensitif. Tidak menutup kemungkinan akan ditindak.

“Sementara ini kan sifatnya cuma kritikan-kritikan. Tapi kita tetap memperhatikan dalam kegiatan ini,” terangnya.

Sebelumnya diketahui, mural sindiran penanganan Covid-19 di Jl. RE Martadinata, sempat dihapus Satpol PP dengan menggunakan cat hijau.

Dengan adanya penghapusan mural tersebut menimbulkan pro dan kontra tentang adanya pesan atau isi hati dari masyarakat yang dituangkan dimural tersebut.

Ia pun kembali menekankan bahwa Satpol PP masih fokus melaksanakan penerapan PPKM level IV di Kota Seribu Sungai.

“Jadi kita memang tetap fokus dengan upaya penegakkan prokes,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya