Komitmen Jaga Lingkungan Harus Tertanam di Kampung Iklim

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin secara resmi telah menjadikan Komplek A. Yani 1, Rt 22, Kecamatan Banjarmasin Timur, sebagai Kampung Iklim.

Kawasan pemukiman yang dikenal dengan hiasan lukisan 3D di sepanjang jalan pemukiman tersebut dijadikan percontohan dalam menjaga lingkungan, terutama pengurangan produksi gas rumah kaca.

Tujuannya tidak lain adalah untuk memelihara kualitas udara yang saat ini sudah sudah banyak tercemar, terutama gas rumah kaca.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan, hingga saat ini telah tercatat setidaknya 17 Kampung Iklim yang berlokasi di 16 kelurahan.

Bukan tanpa alasan, kawasan percontohan tersebut masyarakat tidak lagi membakar sampah, kemudian selalu menggunakan pupuk organik, dab tidak memakai kayu bakar atau minyak tanah untuk memasak,

Bahkan, warga di sana hanya menggunakan cahaya penerangan jenis LED. “Ini merupakan komitmen kita bersama, mudah-mudahan bisa ditiru yang lain, kampong-kampung lain,” Ungkapnya disela peresmian tersebut, Minggu (19/09) pagi.

Ia mengakui, dalam melaksanakan gerakan ini hingga bisa ditiru banyak pihak bukanlah hal mudah. Makanya, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini mengharapkan seluruh lapisan masyarakat bias bekerjasama mensukseskan program menyejukan alam semesta ini.

“Kolaborasi semua warga, serta komitmen bersama, itu paling tidak sedikit yang kita sumbangkan untuk bisa menyejukan alam semesta dan bumi, kita menyumbangkan oksigen dan juga menarik karbondioksida sehingga dapat mengurangi gas emisi. Mudah-mudahan sejuk dan kelihatan hijau di kawasan tersebut,” paparnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.707

Selain meresmikan program Kampung Iklim, di kawasan tersebut pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini juga melaksanakan penanaman pohon.

Menariknya, pohon yang ditanamnya adalah jenis buah-buahan yang sudah cukup langka kehadirannya di Kota Banjarmasin, yakni Pohon Kuini, Pohon Kasturi, dan Pohon Jeruk Original Banjarmasin (Limau Kuit Obama).

Disamping itu, Ibnu Sina juga meresmikan Bank Sampah Seroja yang dikelola oleh masyarakat Kompleks A Yani 1.

Dengan diresmikannya bank sampah tersebut, maka di Bumi Kayuh Baimbai kini tercatat sekira 300 unit Bank Sampah yang tersebar di 52 kelurahan yang ada di lima kecamatan di kota ini.

“Dengan adanya Bank Sampah ini, mudah mudahan sampah bisa dikurangi dari sumber, kemudian bisa dipilah dari sumbernya seperti sampah organik, sampah basah, dan sampah kering itu bisa terpilah,” ujarnya.

Karena itu, Ibnu menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat kota ini untuk memanfaatkan keberadaan Bank Sampah. Pasalnya, sampah-sampah yang sudah dipilah itu memiliki nilai atau harganya.

“Kalau sampah itu jadi satu, sama sekali itu tidak berharga, tapi bila dipilah akan sangat berharga dan punya nilai. Jadi silahkan nanti masuk jadi nasabah Bank Sampah, silahkan stor sampah tiap hari, tiap pekan, nanti dicatat berapa rupiahnya, yang sudah tergabung di Bank Sampah bisa melihat saldonya setiap akhir bulan,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Teks foto : Peresmian kampung iklim ramah gas rumah kaca di Kompleks A Yani 1 (KP/Zakiri)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya