Bantuan Santunan Kematian `Belum Banyak’ Bermanfaat

Program ini kurang disosialisasikan sehingga belum banyak diketahui warga dan hal ini dibuktikan dengan masih sedikitnya warga yang mengajukan bantuan santunan kematian

BANJARMASIN, KP – Warga miskin di Banjarmasin yang meninggal dunia diberikan bantuan santunan oleh Pemko Banjarmasin. Namun, program bantuan untuk keperluan biaya pemakaman ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

” Mungkin karena tidak mengetahui adanya bantuan ini , sehingga warga miskin belum banyak yang mengklaim untuk mendapatkan santunan kematian tersebut,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin.

Kepada {KP} Senin (17/10/2021) ia menjelaskan, santunan kematian diberikan Pemko Banjarmasin dimaksudkan untuk meringankan beban biaya warga khususnya bagi yang tidak mampu dalam melaksanakan pemakaman anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Sayangnya ungkap Yamin, program ini kurang disosialisasikan sehingga belum banyak diketahui warga. Hal ini dibuktikan dengan masih sedikitnya warga yang mengajukan bantuan santunan kematian.

“Padahal, Pemko Banjarmasin setiap tahunnya telah menyiapkan alokasi anggaran untuk santunan batuan kematian khusus bagi warga miskin itu relatif cukup besar,” ujarnya.

Unsur pimpinan dewan dari Partai Gerindra menegaskan, pada dasarnya untuk memberikan hak semua masyarakat miskin, termasuk memberikan santunan kematiannya, serta mendapatkan perumahan yang layak pada dasarnya menjadi tanggung jawab Pemko Banjarmasin.

Meski demikian menurutnya, dalam menentukan kriteria miskin Pemko melalui instansi terkait mempunyai data yang akurat sehingga saat memberikan dan pencairan dana tersebut tepat sasaran dan diberikan kepada warga yang memang berhak mendapat bantuan.

Dijelaskan kewajiban untuk menyantuni warga miskin sudah diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Sementara khusus pemberian santunan kematian dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) . Terakhir setelah beberapa kali direvisi diatur dalam Perwali Kota Banjarmasin Nomor : 23 tahun 2019.

Disebutkan Perwali tersebut diterbitkan terakhir mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang mengatur tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Berita Lainnya
1 dari 3.947

“Pencairan dana santunan kematian bagi warga tak mampu, pemerintah kota berkewajiban memberikan, asalkan warga tersebut sudah memenuhi persyaratan,,” kata Yamin.

Dikatakannya, berdasarkan informasi diterima dewan timbulnya permasalahan ketika warga tak mampu yang keluarganya meninggal dunia banyak tidak mengklaim santunan kematian, sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan warga, namun program ini dinilai karena belum optimal disosialisasikan.

Lebih jauh ia mengatakan sosialisasi sangatlah dibutuhkan, agar ketika warga mengambil haknya tidak menimbulkan permasalahan dan menganggap pemerintah kota tidak memberikan pelayanan dalam pencairan dana tersebut

Seperti ungkapnya, persyaratan yang harus dipenuhi penerima dana santunan kematian meliputi kelengkapan surat pernyataan ahli waris, surat pengantar dari RT dan lurah, lampiran fotokopi KTP dan kartu keluarga.

Selain itu, Penerima juga terdaftar sebagai warga tidak mampu dalam data BPS, apakah itu pada data Jamkesmas atau raskin dengan santunan kematian yang diberikan Pemko Banjarmasin sebesar Rp 1 juta rupiah.

Secara terpisah sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Iwan Ristianto, mengakui, klaim bantuan santunan kematian bagi warga miskin masih sedikit.

Menurutnya, relatif sedikit warga yang mengajukan santunan kematian yang sudah diprogramkan beberapa tahun itu diduga salah satunya, karena masih banyak warga yang belum paham mekanisme terhadap persyaratan dalam pencarian bantuan tersebut.

Iwan Ristianto menjelaskan, bantuan santunan kematian bagi warga miskin tidak diserahkan secara langsung setelah beberapa hari diajukan pihak keluarga yang meninggal.

“Namun diserahkan secara kolektif biasanya pada pertengahan tahun dan menjelang akhir tahun anggaran. Ini karena menyangkut mekanisme proses keuangan,” ujarnya.

Diungkapkan, bantuan santunan kematian tidak diserahkan secara tunai, tapi disalurkan melalui rekening bank ahli waris dari keluarga yang meninggal dunia.

” Dalam tahun anggaran 2021 ini Pemko menyiapkan bantuan santunan kematian untuk 100 warga miskin yang meninggal dunia,” katanya.

Ia mengakui jumlah klaim santunan kematian biasanya kurang dari target. Namun jika lebih dari target, maka kekurangan anggaran untuk pemberian santunan kematian ini akan diantisipasi penambahan anggaran pada usulan APBD perubahan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya