Mantan Walikota HA Yudhi Wahyuni Jatuh Banyak Kebijakan Di Eranya Bikin Kota Bersih

Banjarmasin, KP – Berita sakitnya Walikota Banjarmasin periode 2005-2010, H Ahmad Yudhi Wahyuni yang tengah dirawat intensif di Ruang ICU RSUD Banjarmasin, cukup mengejutkan.

Yudhi Wahyuni pun sempat duduk di kursi anggota DPR RI sebagai pengganti antar waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 dari Fraksi Gerindra ini, terbaring di kamar khusus rumah sakit milik Pemprov Kalsel.

Bahkan kabar sakitnya mantan Ketua DPW PAN Kalsel ini disampaikan anggota DPRD Banjarmasin, Sukhrowardi. Legislator Golkar ini sudah dua kali membesuk Yudhi Wahyuni yang tengah dirawat intensif.

Sukhrowardi datang menyemangati keluarga besar Yudhi Wahyuni. Pada Minggu (24/10/2021), Sukhrowardi pun disambut istri dan ketiga anaknya Yudhi Wahyuni, Hj Emmy Mariani Tadjuddin dan HM Abrory Mas’udi, Hj Era Hizriyaty Adha dan HM Riadhi Ihsan.

“Selama ini banyak yang seakan melupakan jasa-jasa Pak Yudhi sewaktu menjabat Walikota Banjarmasin periode 2005-2010. Selama lima tahun, Pak Yudhi memperjuangkan identitas kota sebagai kota agamis dengan melarang pembukaan tempat hiburan malam (THM) pada malam Jumat, kemudian mengeluarkan kota ini dari predikat kota terkotor masuk dalam jajaran lima kota terbersih di Indonesia,” kata Sukhrowardi kepada awak media.

Bersama Wakil Walikota Alwi Sahlan, Sukhrowardi menilai gerakan penghijaun kota justru diawali di era Yudhi dengan membangun ruang terbuka hijau (RTH) Kamboja, serta penghijauan di ruas Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Hasanuddin HM dan Jalan Pangeran Samudera.

Berita Lainnya
1 dari 3.947

“Sekarang, ruas jalan ini terasa rindang, berbeda dengan dulu sangat gersang di era walikota sebelumnya,” tunjuk Sukhro, sapaan legislator Partai Golkar Kota Banjarmasin ini.

Diakui Sukhro, kebijakan era Walikota HA Yudhi Wahyuni membebaskan pemukiman di bantaran Sungai Veteran, Jalan Piere Tendean dan Jalan Jafri Zamzam berhasil, walau harus menghadapi banyak protes dari berbagai pihak.

“Ini belum lagi, penertiban bangunan yang berada di bantaran sungai juga dilakukan era Pak Yudhi Wahyuni. Sekarang, bisa kita nikmati dengan pembangunan siring sungai yang hampir ada di kota,” kenang Sukhro.

Sebagai sahabat Yudhi, Sukhro pun mengatakan di masa periode itu, terbangun rumah susun sewa (rusunawa) yang kini menjadi model dalam pengentasan kawasan kumuh serta pemenuhan rumah layak huni bagi warga kota.

Ini belum lagi soal penyaluran air bersih yang sudah mencapai 98 persen di wilayah kota, karena PDAM Bandarmasih didorong untuk merehabilitasi Intake Sungai Tabuk. Ini belum lagi soal penataan pedagang kaki lima (PKL), parkir dan lainnya.

“Ada dua perda yang telah digolkan di masa Pak Yudhi seperti Perda Ramadhan Nomor 4/2005 tentang perubahan atas Perda Banjarmasin Nomor 13/2003. Termasuk, melarang atau mentup stockpile batubara di wilayah kota juga merupakan buah kebijakan seorang Yudhi Wahyuni, ketika itu truk-truk batubara bisa bebas masuk jalan kota,” ungkap Sukhro.

Atas jasa-jasa itu, Sukhro pun mengajak segenap warga kota bisa mendoakan agar HA Yudhi Wahyuni bisa sembuh dan kembali sehat seperti sediakala. “Mari kita berdoa untuk kesembuhan Pak Yudhi,” imbuhnya.(net/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya