Pemeriksaan Kejari Jadi Kado Ulang Tahun Kadinkes

Banjarmasin, KP – Tepat di tanggal kelahirannya, 24 November Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi harus menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjarmasin.

Machli tiba di gedung Kejari Banjarmasin sekitar pukul 10.00 WITA untuk memenuhi surat panggilan yang dikeluarkan oleh Kejati Banjarmasin atas dugaan pungutan liar (pungli).

Berbeda dengan pemeriksaan yang dijalani oleh pihak terkait lainnya, Machli hanya menjalani pemeriksaan selama tiga jam saja.

Ia keluar dari ruang pemeriksaan tepat pukul 13.00 WITA dan langsung bergegas menuju mobil dinasnya yang terparkir di halaman Masjid Hasanuddin Majedi, Kayutangi.

Saat dicegat awak media, Machli enggan banyak berkomentar dan lebih meminta awak media menanyakan langsung ke pihak Kejaksaan Negeri Banjarmasin, terkait proses pemeriksaannya.

Baik yang berkaitan dengan pertanyaan maupun bagaimana proses pemeriksaan selanjutnya.

Padahal diketahui bersama, Machli adalah orang yang vokal ketika dimintai keterangan setiap dalam sesi wawancara.

“Karena ini sudah ditangani kejaksaan, Saya kira ini masih berproses. Komentarnya barangkali langsung dari pihak Kejaksaan saja. Kurang lebih ada enam pertanyaan yang diberikan,” ucapnya, tampak terburu-buru meninggalkan awak media.

“Kita memenuhi saja setiap kali permintaan dari kejaksaan,” sambungnya lagi.

Berita Lainnya
1 dari 1.342

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejari Banjarmasin, Ahmad Budi Muklish menerangkan, ada beberapa hal ditanyakan kepada bersangkutan terkait pelaksanaan HKN ke-57.

“Yang paling itu substansinya. Apakah sudah anggarannya, dan ternyata kan memang sudah dari keterangan hari sebelumnya. Terus terkait pungutan itu juga,” jelasnya.

“Intinya pemanggilan ini untuk memperjelas pemeriksaan sebelumnya untuk membuat terang apakah ada unsur pidananya atau tidak,” sambungnya lagi.

Ia menambahkan, setelah ini akan ada lagi yang dipanggil untuk pemeriksaan, sesuai yang sudah diagendakan sebelumnya.

“Targetnya semoga tidak telalu lama. Agendanya minggu depan, tapi tergantung hasilnya disampaikan ke pimpinan kesimpulannya seperti apa,” tuntasnya.

Sebelumnya, pemeriksaan pada hari pertama telah lebih dulu dilakukan terhadap Ketua Panitia HKN, Yanuar Diansyah dan Direktur RSUD Sultan Suriansyah, Muhammad Syaukani.

Kemudian di hari kedua, pemeriksaan turut dilakukan terhadap Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Nor Yaumil dan Plt Kepala Inspektorat, Taufik Rivani.

Seperti diketahui, mantan Wakil Direktur (Wadir) bidang Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum Kalsel itu harus berhadir ke gedung Kejari Banjarmasin lantaran tersandung kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional ke-57.

Pasalnya, dalam perayaan HKN yang digelar pada 12 November 2021 yang lalu tersebut terdapat iuran aneh yang wajib disetorkan oleh beberapa sasaran yang sudah ditentukan itu dikemas dalam surat resmi oleh panitia pelaksana kegiatan.

Nama Kadinkes Banjarmasin ikut terseret lantaran di dalam surat iuran yang belakangan diakui sebagai bentuk proposal kegiatan HKN itu dikarenakan terdapat tanda tangan dirinya sebagai Kadinkes dan stempel resmi Dinkes Banjarmasin. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya