KPwBI Kalsel Gelar Refreshment Wartawan 2021

Banjarmasin, KP – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (KPwBI Kalsel) menggelar Refreshment Wartawan di salah satu hotel di Banjarbaru, 3 – 5 Desember 2021.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelatihan terkait kebanksentralan yang diikuti sebanyak 29 wartawan dari media cetak, online, televisi dan radio.

Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi, Dadi Esa Cipta, menyampaikan, kegiatan Refreshment Wartawan Bank Indonesia ini juga sebagai salah satu sarana peningkatan kapablitas wartawan terhadap perubahan-perubahan dan pemahaman kebanksentralan.

“Kita ingin mengapresiasi atas kerjasama yang terjalin antara Bank Indonesia dan media massa selama ini, yang telah menginformasikan berbagai macam kebijakan Bank Indonesia,” ujar Dadi, yang didampingi Rakhmat Pratama, Analis Unit Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu, kata Dadi, melalui kegiatan ini diharapkan media dapat menyampaikan informasi yang akurat serta mudah dipahami masyarakat sehubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia.

“Kita berharap, dengan ada pelatihan ini, para jurnalis mendapatkan update informasi terbaru terkait kebijakan Bank Indonesia, untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat, stakeholder pemerintah daerah, pelaku usaha dan yang lainnya,” ungkapnya.

Ada beberapa materi yang diberikan kepada para awak media, diantaranya tugas Bank Indonesia dibidang moneter, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, kebijakan dalam pengembangan UMKM digital hingga cinta, bangga dan paham rupiah.

Berita Lainnya
1 dari 1.133

Dadi juga menuturkan, fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, salah satunya adalah menjaga stabilitas nilai rupiah, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa domestik (inflasi), serta kestabilan terhadap mata uang negara lain (kurs).

Bank Indonesia, kata Dadi, bertugas menjaga nilai rupiah tetap stabil, bukan penguatan nilai rupiah. Karena apa? Jika rupiah terlalu kuat, permintaan terhadap barang impor jadi tinggi, lantaran harganya yang murah.

Hal ini tentu akan berimbas pada barang produksi dalam negeri yang kalah bersaing dengan barang-barang impor

“Akibatnya, para pelaku usaha dalam negeri tentu akan dirugikan, lantaran lesunya penjualan,” tandasnya.

Sebelumnya, wartawan yang mengikuti refreshment ini juga diberi pengetahuan tentang Jurnalisme Data, yang disampaikan oleh Jamalul Insan secara virtual.

Jamalul Insan sendiri merupakan Anggota Dewan Pers yang menjabat sebagai Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan & Pengembangan Profesi Pers.

Di sesi terakhir, KPwBI Kalsel menghadirkan pemateri lainnya. Diantaranya, Ekonom Yunior Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi, Ratih Dewi Setiawan.

Kemudian, ada Analis Yunior Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi dan Syariah, Aditya Wiratama Putra. Serta dua orang Kasir Pengelolaan Uang Rupiah, yaitu Zanu Adi Guna dan Muhammad Faridh.(opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya