Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Jembatan Batu Ampar Mengkhawatirkan Warga

×

Jembatan Batu Ampar Mengkhawatirkan Warga

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm BJB 2
KHAWATIR- Inilah kondisi Jembatan Batu Ampar yang merupakan perbatasan Kota Banjarbaru- Kabupaten Tanah Laut ini yang cukup memprihatinkan. (KP/Devi)

Banjarbaru,KP- Kondisi Jembatan Batu Ampar yang merupakan perbatasan Kota Banjarbaru- Kabupaten Tanah Laut ini, cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, jalan yang biasa dilewati untuk perlintasan warga tersebut hanya beralaskan papan. Terlihat dari kondisinya, papan tersebut seperti sudah lama tak diganti oleh pemerintah setempat.

Adi Maulana, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menjelaskan sebagian sisi jalan yang berada di wilayah Kota Banjarbaru sudah pernah diaspal. Namun rusak pada awal tahun 2021 akibat bencana banjir. Sedangkan sisi jalan di wilayah Kabupaten Tanah Laut hanya berupa jalan tanah perkebunan milik PT.Bridgestone.

Kalimantan Post

“Sudah kami konfirmasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Tanah Laut, jalan perkebunan tersebut bukan merupakan aset pemda dan belum menjadi akses jalan umum,” ungkapannya.

Ia menjelaskan, bahwa di tahun 2021 kemaren pihaknya hanya menggunakan dana rutin untuk, penanganan salah satu sisi/operet jembatan yang rusak, serta merapikan pagar jembatannya agar warga bisa melintas di jembatan tersebut. Sedangkan untuk lantai jembatan memang belum diganti.

“Sedangkan untuk lantai jembatan, masih menggunakan lantai jembatan yang ada saja, lantai sebagian dari kayu ulin dan sebagian dari kayu hutan. Hanya kami rapikan saja dan mengganti sebagian lantai kayu yang lapuk,” jelasnya.

Ia mengatakan, masyarakat juga tidak menginginkan jembatan tersebut dipermanenkan, karena dikhawatirkan kalau aktivitas truk pengangkutan karet melewati atau melalui areal perkampungan masyarakat.

Sementara itu, Ujang Ketua RT setempat berkata bahwa masyarakat menginginkan lantai papan jembatan itu diganti, dengan semen agar tidak membahayakan warga setempat.

“Tidak perlu sampai truk bisa lewat, hanya mungkin diganti oleh semen saja. Setidak mobil kecil bisa lewat itu saja,” ungkapnya. (Dev/K-3)

Baca Juga :  STIKES Husada Borneo Resmi Bergabung, UMBJM Perkuat Pendampingan di Semua Bidang
Iklan
Iklan