Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

May Day di Mapolresta Banjarmasin Diwarnai Aksi Solidaritas dan Seruan Hapus Outsourcing

×

May Day di Mapolresta Banjarmasin Diwarnai Aksi Solidaritas dan Seruan Hapus Outsourcing

Sebarkan artikel ini
IMG 20260429 WA0025 e1777445904637

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei menjadi momentum penting bagi para pekerja di Banjarmasin. Menjelang peringatan tersebut, ribuan buruh dari berbagai aliansi, termasuk pengemudi ojek online, memadati halaman Mapolresta Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan bakti sosial (baksos) ini diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Selatan bersama Polresta Banjarmasin, serta melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin.

Kalimantan Post

Acara berlangsung tertib, penuh kebersamaan, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan berbagai layanan sosial bagi buruh dan masyarakat, seperti pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan May Day di daerah.

Menurut Kapolda Kalimantan Selatan, Rosyanto Yudha Hermawan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana peringatan Hari Buruh yang damai dan kondusif.

“Melalui bakti sosial ini, kami ingin membantu meringankan beban ekonomi para buruh dan masyarakat di tengah tantangan yang ada, sekaligus menciptakan suasana peringatan Hari Buruh yang aman dan kondusif,” jelas Kapolda

Ia berharap momentum May Day dapat memperkuat kebersamaan antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berjalan tertib, kondisi tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara seluruh pihak.

“Alhamdulillah, peringatan May Day di Kalimantan Selatan bisa dilaksanakan dengan damai, tertib, dan penuh kekeluargaan. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara buruh, pemerintah, dan aparat,” tutur Muhidin.

Di sisi lain, perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan, Sadin Sasau, menyuarakan aspirasi buruh terkait sistem outsourcing. Ia menilai sistem tersebut merugikan pekerja karena menciptakan ketidakpastian kerja, upah rendah, serta minimnya jaminan sosial.

Baca Juga :  Ribuan Pelajar Serbu Roadshow Festival Harati BI Di Gumas dan Mura

“Kami meminta agar sistem outsourcing dihapuskan, karena buruh rentan mengalami pemutusan hubungan kerja tanpa pesangon,” tegasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga wadah bagi para buruh untuk menyampaikan aspirasi demi memperjuangkan kesejahteraan di momentum Hari Buruh.(yul/KPO-3)

Iklan
Iklan