Walau Kalsel hanya dengan luas wilayah lebih kurang 3,7 juta hektare atau provinsi terkecil dari empat provinsi lainnya di Kalimantan, tapi juga memiliki EBT cukup potensial,
BANJARMASIN, KP – Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK mengapresiasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di wilayah Kalsel.
“Pembangunan PLTB menunjukkan satu kemajuan teknologi dalam memanfaatkan sumber daya energi baru terbarukan (EBT),” kata Supian HK kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.
Hal ini dikarenakan dengan memanfaatkan tenaga bayu atau angin tak akan habis. Berbeda dengan pemanfaatan batu bara misalnya, pada suatu saat pasti habis.
“Apalagi EBT cukup potensial untuk dimanfaatkan di Kalsel,” tambah politisi Partai Golkar.
Walau Kalsel hanya dengan luas wilayah lebih kurang 3,7 juta hektare atau provinsi terkecil dari empat provinsi lainnya di Kalimantan, tapi juga memiliki EBT cukup potensial,
“Namun belum termanfaatkan maksimal,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel V, meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.
Sebagai contoh potensi air, baru ada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mohammad Noor pada waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, memiliki kapasitas terpasang 3 X 10 megawatt (MW) merupakan hibah Pemerintah Jepang yang pembangunannya penghujung tahun 1960-an.
Begitu pula Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kalsel baru dalam bentuk panel-panel kecil, belum dalam satu areal luas atau pembangkit berkapasitas skala besar seperti halnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sedangkan pemanfaatan tenaga bayu seperti untuk PLTB dan keperluan lainnya sebagaimana kincir angin di Negeri Belanda yang fungsi atau kegunaannya juga belum.
“Kecuali baru merencanakan pembangunan PLTB,” tambah Supian HK.
Oleh sebab itu, Supian HK berharap agar pembangunan PLTB di Kalsel segera terealisasi.
“Kendati menurut informasi dari manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng kita sudah surplus daya, tapi tidak salahnya mempunyai cadangan lebih banyak lagi,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel.
Apalagi nanti dikaitkan dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim) yang merupakan daerah tetangga, tentunya ke depan banyak pembangunan yang membutuhkan daya listrik.
Sementara itu, informasi dari Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel di provinsinya kini sedang dalam proses pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan PLTB dengan kapasitas terpasang 2 X 50 MW
Pembangunan PLTB tersebut dari pihak swasta murni di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dengan perkiraan investasi mencapai Rp2 triliun. (lyn/K-1)















